S2:Chapter 7:The Iron Leg part 2
Mereka gelud dengan musuh dan terjadilah pertumpahan darah dengan memakai pedang terutama Merlin bersemangat untuk membununh musuhnya seperti orang psikopat.Pada saat pertumpahan darah berlangsung terdengar suara tembakan berasal dari jauh.
DOR!DORDOR!DORDOR!DOR!"
Musuh langsung tewas terkena timah panas dari penembak jitu tersebut.
"Apaan tuh njing!"Seru Agung.
Seketika Theo menengok ke arah jendela dan menyipitkan matanya untuk melihat jelas.
"Penembak jitu dari RMA Dullahan,Jonathan Clinton."Ucap Theo.
"Langsung menuju ke ruangan raja!"Perintah Theo.
Mereka langsung bergegas menuju ke ruangan tersebut dan sampailah mereka di depan ruangan tersebut dan melihat pintu yang besar.
"Agung tendang pintu dengan keras!"Perintah Theo.
"Siap,kymak."Seru agung.
Dengan semangat yang membara ia menendang pintunya terlalu kencang sehingga pintunya hancur berkeping-keping seketika orang yang ada di dalam ruangan tersebut kaget dan Theo melepaskan mantra sihir"electro shockwave."Ucap dia seraya mengangkat tangan kanannya ke atas dan mengarahkan ke musuhnya,seketika musuh terkena mantra tersebut dan mereka langsung menjadi hangus seperti ayam bakar.
"Dimana si Morris itu ya?"Tanya Morgiana.
"Entahlah."Jawab Nitocris.
"Kalo dikasih lalapan dan nasi hangat maknyus bener nih mhanx."Ucap Agung.
"Jangan mikirin makanan yang penting kita cari dulu orang itu."Ucap Theo.
"Betul tuh yang dikatakan si Theo."Ucap Morgiana.
"Tapi dia ada dimana kymak?"Tanya Agung.
"Ya kita cari di ruang tahanan,biasanya ada di bawah istana ini."Jawab Morgiana.
mereka keluar dari ruangan tersebut dan mereka bertemu dengan penambak jitu tersebut yang tak lain ialah Jonathan Clinton yang aka menuju ke tempat yang sama.Mereka langsung menuju ke ruangan Tahanan yang terletak di bawah istana.
Sesampainya di ruang tahanan tersebut mereka mencari pangeran dan ratu,setelah sekian lama mencari akhirnya menemukan raja dan ratu beserta pelayan-pelayan yang di sel lain.
"Paduka raja,kenapa kalian ada di sel yang kotor ini?"Tanya Theo.
"Mereka mencuri permata kerajaan."Jawab Raja tersebut.
"Permata apa paduka?"Tanya Theo.
"Amulet Uroborus."Jawab Raja tersebut.
"Merlin,Nitocris,Morgiana,dan Agung cepat ke atas cari musuh yang masih hidup dan interogasi kalau tidak mau menjawab kalian bisa gunakan cara kekerasan!"Perintah Theo
Mereka langsung keatas meninggalkan Theo dan Jonathan.Theo melepas jasnya dan memakaiannya di tubuh raja tersebut."Terima kasih."Ucap dia.
Selang beberapa jam Morgiana bersama teman-temannya turun kembali dan menyampaikan pesan.
"Theo,mereka membawa permata tersebut dan pergi menuju ke benua Eropa,tepatnya menuju ke Rumania,Transylvania."Ucap Morgiana.
"Baiklah,terima kasih atas laporannya Morgan."Ucap Theo.
"Kita langsung aja ke Eropa."Seru Agung.
"Jangan terburu-buru,Agung kita harus menghibur orang-orang ini biar tidak trauma atas kejadian ini."Ucap Theo.
Mereka langsung menyuruh orang-orang penting untuk keluar dari sel untuk menghirup udara.
"Jadi kau punya rencana Theo?"Tanya Jonathan.
"Belum."Jawab dengan singkat Theo.
Bersambung di Chapter 8:Amulet Uroborus
Comments
Post a Comment