S2:Chapter 3:Getting A Job
Agung berjalan mengarah pemuda yang memeriksakan Theo.
"Bagaimana keadaannya mas?"Tanya Agung.
"Dia hanya kelelahan suruh dia untuk istirihat yang cukup."Jawab dokter tersebut.
Pemuda itu meninggalkan agung di depan kamarnya Theo dan menuju kamarnya.Pada saat masuk ke kamarnya ia menemukan seragam RMA dan menemukan catatan yang berisi."Datang jam 6 pagi dan pergi ke RMA Fejite."Isi dari pesan tersebut.Agung langsung menuju ke kasurnya dan ia segera tidur.
5:00 pagi ia bangun dan mandi dan berpakaian rapi,ia menuju ke ruang makan untuk sarapan dan ia melihat Theo tidak terlihat di kursinya untuk sarapan.
"Dimana Theo?"Tanya Agung.
"Dia sudah berangkat dulu."Jawab Deborah sembari meletakkan sarapannya di meja.
Setelah selesai makan ia menuju ke garasi dan mengendarai mobil mewahnya.Mobil Pagani tersebut keluar dari rumah tersebut dan melaju dengan kecepatan 50 km/jam sembari melihat pemandangan kota.
6:00 pagi,ia sampai di kantor RMA Fejite dengan batuan navigasi yang terpasang di mobil dan memakirkan mobilnya di tempat parkir.Ia memasuki gedung tersebut dan menuju ke meja informasi.
"Mbak saya nyari yang namanya Theo?"Tanya Agung.
"Yang mana Tuan?"Tanya balik resepsionis
"Oi bangsat jan amnesia pasti loe kenal dengan Theo!"Bentak Agung.
"Saya tidak tahu Tuan."Ucap resepsionis dengan nada lembut.
"Ada apa ini kok pagi-pagi ribut sekali?"Tanya pemuda yang dibelakangnya Agung.
"Ini Tuan Merlin orang ini terus membentak saya dan ingin mencari orang yang bernama Theo."Jawab resepsionis.
"Maksudmu Archibald Theofreze nak?"Tanya pemuda tersebut.
"Iya yang itu,dimana orangnya cok?"Tanya Agung.
"Dia baru saja izin untuk menemui pertemuan di kerajaan sebelah,pasti kau Agung Kurniwan bukan?"Ujar pemuda tersebut.
Agung mengangguk dan berjabat tangan dengan orang tersebut.
"Perkenalkan Saya Merlin dari Divisi paramedis Caster."Memperkenalkan diri dan berjabat tangan dengan Agung.
"Kau pasti bekerja di bagian pengurus obat-obatan seperti apoteker."Tebak Agung.
"Tidak juga sih lebih tepatnya Aku dilatih untuk meramu obat dan menjadi Tentara caster medis."Jawab Merlin.
Agung mulai tampak bingung dengan penjelasan dari Merlin.
"Sudah lupakan aja,aku tadi dipesani oleh Si Theo untuk mencari golongan servantmu di ruangan interview."Ucap Theo.
"Langsung aja gas lah njink!"Perintah Agung dengan nada semangat.
Setelah sekian sesaat berjalan menyusuri lorong sampailah mereka ke ruangan interview servant."Masuklah ke ruangan itu dan aku akan menunggumu."Ucap Merlin.Agung membuka pintu dan masuk ke ruangan itu.
Beberapa saat kemudian ia keluar dengan senyum bahagianya dan membawa secarik kertas.
"Nih baca coeg."Ucap Agung sembari menyerahkan kertas tersebut.
"Hmmm menarik,kayaknya kau akan masuk ke guildku Agung,ayo jagoan kita pergi ke kantin."Ajak Merlin.
"Beneran nih njing?"Tanya Agung.
"Aku yang traktir."Ucap Merlin
Mereka menuju ke kantin yang tidak jauh dari ruangan interview,mereka sampai di kantin dan memesan makanan.
"Widih gilak bener ada nasi goreng juga di isekai."Kaget Agung.
"Kau bisa memesan apa aja dari makanan tradisional dari daerahmu dan makanan modern."Ucap Merlin.
"Waw sangad njir."Ucap Agung.
Pada saat asik ngobrol seketika ada dua wanita cantik yang tak lain temannya Theo menghampiri mereka.
"Hai Merlin."Salam Nitocris.
"Hai juga."Balik salam Merlin.
Mereka duduk di depan mereka dan Agung bertanya kepada Merlin.
"Merlin itu siapa kedua perempuan tersebut kok seenaknya duduk di depan kita?"Tanya Agung.
"Itu Nitocris dan Morgiana tapi Theo memanggil Morgiana dengan nama Morgan."Jawab Merlin.
"Kenapa bisa dibilang Morgan kan itu nama laki-laki?"Tanya Agung.
"Biar gampang,kata dia."Ucap Merlin.
Setelah selesai makan ia menuju ke lapangan dan melakukan ujian praktek sihir.
Merlin menjelaskan bagaimana sihir tercipta dan mempraktekannya.Agung menyimak penjelasan dari Merlin dan ia mempraktekannya sihir tersebut dan berhasil.
Sore hari mereka selesai melakukan ujian praktek caster.
"Bagus sekali,Agung bagaimana kau bisa melahap ujian praktek dalam waktu sehari padahal Theo melakukan Ujian praktek butuh 2 hari?"Tanya Merlin.
"Aku sih kebanyakan melihat anime yang bergenre fantasi,isekai,magic,dan isekai."Jawab Agung.
"Okelah,ini sudah sore hari kau boleh pulang besok kau langsung kerja sama Theo untuk menjadi partner dan ini kertas penilaiannya berikan kepada Theo."Ucap Merlin sembari memberikan kertas penilaian kepada Agung.
Agung langsung berpamitan dan pulang kerumahnya.
Jam 19:00 malam Agung sudah sampai dirumah dan memakirkan mobilnya di garasi.
"Samlekom."Ucap Agung.
"Rupanya kau sudah pulang mana kertas penilaiannya saya ingin melihatnya?Tanya Theo.
"Nih."Ucapn Agung sembari menyerahkan kertas penilaiannya dari Merlin.
"Bagus sekali nilaimu diatas 90 semuanya."Puji Theo.
"Hehehehe,terimakasih atas pujiannya,"Ucap Agung dengan ketawa kecil.
"Besok kau akan berangkat bareng saya jam 8:30 pagi."Ajak Theo.
"Baiklah."Ucap Agung.
"Sekarang kau mandi badanmu bau tanah dan setelah mandi langsung makan malam!"Perintah Theo.
Agung bergegas menuju ke kamar mandi dan mandi Setelah mandi ia makan malam.
Bersambung di chapter 4:A New Rival.
Comments
Post a Comment