S2:Chapter 2:Race Park
Pada saat Agung memikirkan sesuatu tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan masuklah maidnya Theo membawakan pakaian jas warna coklat."Tuan agung aku bawakan pakaiannya aku taruh di gantungan."Ucap dia sembari menutup pintu kamar mandi.
Agung beranjak dari bak mandi dan memakai pakaian jas yang tersedia di gantungan."Aku lebih menawan,tampan,dan berani kalau aku pake jas seperti ini."Ucap dia.Agung keluar dari kamar mandi menuju ruang makan untuk makan malam.Ia duduk di depan Theo.
"Jadi bagaimana tubuhmu lebih tampak segar Agung?"Tanya Theo.
Agung terdiam saja dan makanan dibawa oleh Deborah datang dan diletakkan di meja makan.
"Makanan apaan nih kok daginya gede amat?"Tanya Agung.
"Itu steak daging kobe dari Jepang."Jawab Theo.
Theo melemparkan sebuah kunci mobil.
"Apa ini."Tanya Agung.
"Sudahlah makan dulu nanti kita keluar."Ucap Theo.
Setelah menghabiskan makanannya mereka keluar dari rumah dan alangkah terkejutnya Agung karena dibelikan mobil mewah yaitu Pagani Huayra BC.
"Kau yang membelikan ini mas."Ucap Agung dengan nada senang.
"Ya,karena kau harus punya mobil sendiri,dibekali dengan mesin 6.000 cc V12 Twin Turbo racikan AMG. Mesin tersebut diklaim sanggup seburkan tenaga sampai 750 hp."Ucap Theo.
"Lha bagaimana dengan kau mas?"Tanya Agung.
"Mobil yang tadi aku gadaikan dan diganti mobil Koegnisseg One mobil ini dijejali mesin aluminium V8 dengan kapasitas 5,0 liter yang mampu menghasilkan daya 1.341dk (986 kW) dan torsi 1.371 Nm (1,011 lb-ft) pada 6.000rpm."Ucap Theo.
"Habis berapa nih mas?"Tanya Agung.
Dalam pikirnya"nih orang pinter amat dalam hal otomotif."
"40 juta Fejite."Jawab Theo.
"Murah amat."ucap Agung.
"Coba kau kurskan ke rupiah."Ucap Theo.
"Mungkin aja antara 50 milyar rupiah,sudahlah ayo kita ke taman."Tambah Theo.
Theo dan Agung masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan menghidupkan mobilnya.
"Brrrrmmmm!"suara mobil yang dihidupkan.
"Baru pertama kali dalam hidupku untuk mengendarai mobil semewah ini dan sebuah earphone."Ucap Agung sembari memasang earphonenya ke telinga.
"Agung,apa kau bisa mendengarku?"Tanya Theo lewat earphone.
"Ya,aku bisa mendengarmu mas."Jawab Agung.
"Bagaimana aku menyetir padahal di duniaku aku belum bisa menyetir mas."Ucap Agung.
"Tenanglah kau ini servant jadi kau harus injak pedal gasnya."Ucap Theo.
"Baiklah,pasti pedal gasnya ada disini."Ucap Agung sembari menunjuk pedal gas.
"Baiklah sekarang kau masukan giginya."Ucap Theo.
"Ini dimana persenelingnya coeg?"Tanya Agung.
"Tepat ada di bagian setir bagian bawah kanan lebih tepatnya yang berbentuk berbentuk lempengan yang bentuknya sabit,jika kau ingin masukan gigi tekan yang tanda + jika ingin mengurangi giginya tekan - dan untuk mundur tekan perseneling mundur di bagian sama cuma di bagian kiri,mengerti Agung."Ucap Theo.
"Aku tidak mengerti mas."Ucap Agung.
"Just Do it Asshole!"Bentak Theo lewat earphone.
"Baguslah ikuti aku."Ucap Theo.
Mobil Theo.
"Baiklah."Ucap Agung sembari menginjak pedal gasnya.
Tanpa pikir panjang Agung langsung menginjak pedal gasnya dan mobil melaju dengan cepat melewati pagar rumah dan berbelok tajam yang hampir menabrak mobil lainnya.
"Oh fuck."Ucap Theo sembari menginjak pedal gas.
"Oi Agung kau menginjak pedal gasnya terlalu keras,cepat injak pedal remnya!"Perintah Theo.
"Yang mana?"Panik Agung.
"Ada disamping pedal gas."Jawab Theo.
Agung langsung mengerem dadakan alhasil ia terpental dan kepalanya masuk ke tong sampah.
"Oh tidak,Agung kau tidak apa-apa?"Tanya Theo.
"Kau bilang tidak apa-apa aku hampir mati gegara mobil sialan ini."Ucap Agung.
"Mungkin aja penjelasanku terlalu membingungkan makanya kau menginjak pedal gasnya terlalu dalam sebaiknya kau injak pedal gasnya setengah aja itu masuk 100km/jam lebih."Ucap Theo.
"Mas kayaknya kita akan menjadi viral gara-gara ini."Ucap Agung.
"Sekarang kau masuk ke dalam mobilku!"Perintah Theo.
Agung masuk ke dalam mobilnya Theo dan Theo mengutak-atik mobilnya sehingga berjalan dengan sendirinya.
"Kau tadi apakan mobilku mas?"Tanya Agung.
"Kepo elu,gak usah kuatir mobil elu aman kok masuk ke garasi."Ucap Theo.
Agung beranjak dari bak mandi dan memakai pakaian jas yang tersedia di gantungan."Aku lebih menawan,tampan,dan berani kalau aku pake jas seperti ini."Ucap dia.Agung keluar dari kamar mandi menuju ruang makan untuk makan malam.Ia duduk di depan Theo.
"Jadi bagaimana tubuhmu lebih tampak segar Agung?"Tanya Theo.
Agung terdiam saja dan makanan dibawa oleh Deborah datang dan diletakkan di meja makan.
"Makanan apaan nih kok daginya gede amat?"Tanya Agung.
"Itu steak daging kobe dari Jepang."Jawab Theo.
Theo melemparkan sebuah kunci mobil.
"Apa ini."Tanya Agung.
"Sudahlah makan dulu nanti kita keluar."Ucap Theo.
Setelah menghabiskan makanannya mereka keluar dari rumah dan alangkah terkejutnya Agung karena dibelikan mobil mewah yaitu Pagani Huayra BC.
"Kau yang membelikan ini mas."Ucap Agung dengan nada senang.
"Ya,karena kau harus punya mobil sendiri,dibekali dengan mesin 6.000 cc V12 Twin Turbo racikan AMG. Mesin tersebut diklaim sanggup seburkan tenaga sampai 750 hp."Ucap Theo.
"Lha bagaimana dengan kau mas?"Tanya Agung.
"Mobil yang tadi aku gadaikan dan diganti mobil Koegnisseg One mobil ini dijejali mesin aluminium V8 dengan kapasitas 5,0 liter yang mampu menghasilkan daya 1.341dk (986 kW) dan torsi 1.371 Nm (1,011 lb-ft) pada 6.000rpm."Ucap Theo.
"Habis berapa nih mas?"Tanya Agung.
Dalam pikirnya"nih orang pinter amat dalam hal otomotif."
"40 juta Fejite."Jawab Theo.
"Murah amat."ucap Agung.
"Coba kau kurskan ke rupiah."Ucap Theo.
"Mungkin aja antara 50 milyar rupiah,sudahlah ayo kita ke taman."Tambah Theo.
Theo dan Agung masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan menghidupkan mobilnya.
"Brrrrmmmm!"suara mobil yang dihidupkan.
"Baru pertama kali dalam hidupku untuk mengendarai mobil semewah ini dan sebuah earphone."Ucap Agung sembari memasang earphonenya ke telinga.
"Agung,apa kau bisa mendengarku?"Tanya Theo lewat earphone.
"Ya,aku bisa mendengarmu mas."Jawab Agung.
"Bagaimana aku menyetir padahal di duniaku aku belum bisa menyetir mas."Ucap Agung.
"Tenanglah kau ini servant jadi kau harus injak pedal gasnya."Ucap Theo.
"Baiklah,pasti pedal gasnya ada disini."Ucap Agung sembari menunjuk pedal gas.
"Baiklah sekarang kau masukan giginya."Ucap Theo.
"Ini dimana persenelingnya coeg?"Tanya Agung.
"Tepat ada di bagian setir bagian bawah kanan lebih tepatnya yang berbentuk berbentuk lempengan yang bentuknya sabit,jika kau ingin masukan gigi tekan yang tanda + jika ingin mengurangi giginya tekan - dan untuk mundur tekan perseneling mundur di bagian sama cuma di bagian kiri,mengerti Agung."Ucap Theo.
"Aku tidak mengerti mas."Ucap Agung.
"Just Do it Asshole!"Bentak Theo lewat earphone.
"Baguslah ikuti aku."Ucap Theo.
Mobil Theo.
"Baiklah."Ucap Agung sembari menginjak pedal gasnya.
Tanpa pikir panjang Agung langsung menginjak pedal gasnya dan mobil melaju dengan cepat melewati pagar rumah dan berbelok tajam yang hampir menabrak mobil lainnya.
"Oh fuck."Ucap Theo sembari menginjak pedal gas.
"Oi Agung kau menginjak pedal gasnya terlalu keras,cepat injak pedal remnya!"Perintah Theo.
"Yang mana?"Panik Agung.
"Ada disamping pedal gas."Jawab Theo.
Agung langsung mengerem dadakan alhasil ia terpental dan kepalanya masuk ke tong sampah.
"Oh tidak,Agung kau tidak apa-apa?"Tanya Theo.
"Kau bilang tidak apa-apa aku hampir mati gegara mobil sialan ini."Ucap Agung.
"Mungkin aja penjelasanku terlalu membingungkan makanya kau menginjak pedal gasnya terlalu dalam sebaiknya kau injak pedal gasnya setengah aja itu masuk 100km/jam lebih."Ucap Theo.
"Mas kayaknya kita akan menjadi viral gara-gara ini."Ucap Agung.
"Sekarang kau masuk ke dalam mobilku!"Perintah Theo.
Agung masuk ke dalam mobilnya Theo dan Theo mengutak-atik mobilnya sehingga berjalan dengan sendirinya.
"Kau tadi apakan mobilku mas?"Tanya Agung.
"Kepo elu,gak usah kuatir mobil elu aman kok masuk ke garasi."Ucap Theo.
20:00 malam sampailah ia di tempat balapan dan memakirkan mobilnya,mereka keluar dari mobilnya dan mencari pertarung.
"Nih parfum."Ucap Theo sembari menyodorkan parfum.
"Untuk apa?"Tanya Agung.
"Semprotin aja di bagian tubuhmu baumu seperti sampah."Jawab Theo.
"Nih parfum."Ucap Theo sembari menyodorkan parfum.
"Untuk apa?"Tanya Agung.
"Semprotin aja di bagian tubuhmu baumu seperti sampah."Jawab Theo.
Agung menyemprotkan parfum tersebut ke bagian tubuhnya.
"Jadi ini tempat balapannya mas?"Tanya Agung.
"Yup."Jwab Theo.
"Anjir nih tempat balapannya orang kaya semua pasti betnya tingi-tinggi sekali."pikir Agung.
"Eh mas Theo aku boleh pinjam mobilmu."Bujuk Agung.
"Eh aku beritahu satu hal kau itu masih belum bisa menyetir mobil tadi kau mengerem dadak masuk ke tong sampah giliran mau kebut-kebutan."Ucap Theo.
"Ya elah kan kagak lecet coeg,sudahlah berikan aja kuncinya nanti gw babat habis tuh pembalapnya."Ucap Agung.
"Baiklah,aku akan menjadi Co-driver."Ucap Theo.
"Jadi lawanku siapa coeg?"Tanya Agung dengan sombong.
Theo menunjuk mobil yang ada disamping kiri mobilnya Theo.
"Ini mobilnya kok sama dengan punyaku?"Tanya Agung sambil memandangi mobil tersebut.
"Sudahlah kau masuk aja kedalam mobilku dan pakai sabuk pengaman!"Perintah Theo.
"Untuk apa?"Tanya balik Agung.
"Pakai saja khentod!"Bentak Theo.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengaman sementara itu Theo menekan tombol di bagian dashboard mobil dan keluarlah layar panel LCD ukuran 5,7 inch.
"Apaan tuh kok ada grafiknya?"Tanya Agung.
"Ini adalah RMA software perangkat lunak yang dibuat khusus untuk mobil RMA,yang kau lihat itu adalah perkembangan grafik dari mobil ini."Jawab Theo.
"Apa kau bisa jelaskan apa itu RMA Software?"Tanya Agung.
"Analisis sendiri."Jawab Theo.
"Dasar sombong."Gumam Agung.
Pada saat Agung menyalakan mesin mobilnya tiba-tiba dikejutkan oleh mobil dibelakangnya.
"Hei dia curang."kesal agung sambil memukul stir mobil.
"Oi goblok liat itu rambu lalu lintasnya itu sudah hijau artinya kau jalan dungu!"Bentak Theo.
Agung seketika melihat rambu lalu lintas menjadi hijau dan menginjak pedal gasnya dengan dalam dan memasukkan giginya terlalu keras,Agung mulai tampak mengejar mobilnya dan seketika menslipstream mobil tersebut.
"Baiklah tikungan pertama."ujar dia.Agung langsung mengepotkan mobilnya ala balapan Tokyo drift.Theo melihat status mobilnya dan mengingatkannya untuk menghidupkan NOS."Saatnya Agung tekan tombol di dekat klakson."Ucap dia.Agung langsung menekan tombolnya dan mobilnya secepat kilat dan seketika mendahului mobil lawan."Fuck Yeah."Bangga Agung.
20:30,mobil Theo didahului lagi dan seketika Agung kesal dengan balapan ini
"Dasar ngentod aku akan kalah dalam balapan ini."Ucap Agung dengan nada kesal.
"Kau tidak akan kalah nak,percayalah."Ucap Theo sembari mengaktifkan turbo yang ada di layar LCD dan seketika mobilnya melesat dengan kencang layaknya pesawat jet yang lepas landas.Akhirnya mobilnya Theo mendahului mobil lawan dan sampailah ia di garis finish dengan sorak gembira para penonton.
"Kita menang Theo."Ucap gembira Agung.
Theo langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil lawan,ia diberi sebuah amplop yang berisikan uang.
"Nih ambil."Ucap Theo sembari menyodorkan amplop kepada Agung.
"Kau ikhlas memberikan semuanya kepadaku."Ucap Agung dengan nada bingung.
Theo mengangguk dan menyuruhnya kembali ke rumahnya.
"Ketahuilah mas tadi itu balapan yang seru tidak seperti di Indonesia pakai motor bodong."Ucap Agung.
Theo hanya tampak diam dan tidak basa-basi di sepanjang perjalanan.
Agung masih memikirkan dengan si Theo sampai diam mulu tidak berbicara satu kata pun,sesampainya di rumah Theo keluar dalam mobilnya dengan sempoyongan dan akhirnya terjatuh ke tanah.
"Astagfirullah,Mas Theo apa kau baik-baik aja."Ucap Agung dengan nada kebingungan.
Agung langsung masuk ke dalam rumah dan memanggil Deborah dan mengangkatnya bersama sampai di kamarnya.Setelah sampai di kamarnya Deborah langsung menelpon Merlin.
"Kenapa dengan si Theo kok sampai pingsan?"Tanya Agung.
"Entahlah dia biasanya tidak seperti itu kok."Jawab Deborah.
Agung berpikir"Apa dia punya riwayat penyakit atau apalah?"Pikirnya.
Bersambung di Chapter 2:Getting Job.
Comments
Post a Comment