S2:Chapter 6:The Iron Leg

      Setelah kejadian tersebut Agung tidak melihat si Morris dan ia memikirkan orang tersebut.
"Hei Nito apa kau tahu tentang Morris?"Tanya Agung.
"Entahlah,tapi menurut temannya yang mengunjunginya di rumah sakit muka dia hancur karena serpihan pedang tersebut dan ia menghilang bagaikan di telan bumi."Jawab Nitocris.
"Baguslah dia keluar sendirinya aku sudah kesal dengan dia."Ucap Agung dengan nada senang.
"Eh tadi kita dipanggil ke ruang rapat nantinya kita diberi tugas oleh Tuan Reynold."Ucap Nitocris.
"Kuy lah kita pergi nito,aku tidak sabar apa tugasnya nanti."Seru Agung.
         Mereka berjalan menuju ke ruang rapat dan mereka sudah sampai di pintu dan Agung membukakan pintunya"Ladies first."Ucap Agung sembari membuka pintunya.Nitocris masuk ke dalam ruangan tersebut bersama Agung.Mereka berkumpul di ruang rapat dan masuklah pemuda yang memakai setelan jas.
"Ok kali ini kita membahas tentang hilangnya Michael Morris di rumah sakit,ini berkasnya tolong di baca!"Perintah pemuda tersebut.
"Anda ini siapa ya?"Tanya Agung.
"Seharusnya aku yang bertanya,jadi namamu siapa nak?"Tanyapemuda tersebut.
"Namaku Agung Kurniawan asal saya Indonesia."Jawab Agung.
"Ah,negeri indah nan makmur tetapi banyak politisi yang korupsi,bukan?"Tanya pemuda itu.
"Ya."Jawab Agung.
"Namaku Reynold Theofreze aku adalah saudaranya Archibald lebih tepatnya kakaknya Archibald."Ucap Reynold.
"Oklah sudah cukup perkenalannya,kau baca berkasnya sekarang juga!"Perintah Reynold.
      Mereka membaca dengan saksama dan penuh konsentrasi.
"Ada yang ingin ditanyakan sebelum aku menjelaskan?"Tanya Reynold.
"Tidak."Ucap Mereka dengan nada yang tegas.
           Mereka kelauar dari ruangan tersebut terkecuali Theo yang masih ngobrol dengan Reynold.
"Tadi kau mengkroyok Morris kan?"Tanya Theo.
"Eh eto,anu."Panik Agung.
"Apa kau akan memarahiku"?Tanya Agung sambil berkeringat dingin.
"Siapa juga kau ingin memarahimu,aku ingin memberitahumu bahwa tendangan yang kau berikan kepada Morris itu adalah tendangan kaki besi."Ucap Theo.
"Buset pantesan aja pedangnya langsung hancur begitu aja."Kaget Agung.
"Ya sudahlah kita langsung ke bandara!"Ajak Theo.
"Untuk apa?"Tanya AGUNG.
"Ikut sajalah."Ucap Theo.
        Agung dan Theo menuju ke Bandara Internasional Fejite,sesampainya di banadar mereka turun dari mobil dan Agung terkejut karena ia belum pernah naik pesawat.
"Mantap anjink pesawat jet pribadi."Seru Agung.
"Pesawat ARS 17,pesawat jet pribadi tercepat sekaligus termahal dengan harga 265 juta Fejite."Ucap Theo.
         Theo masuk kedalam pesawat tersebut diikuti oleh Agung.
"Zeeb sangad tod,interiornya mewah banget kayak istananya King Salman aja."Seru Agung.
"Sebaiknya pakai sabuk pengaman dan ini mau lepas landas!"Perintah Theo.
          Agung langsung mengencangkan sabuk pengamannya dan pesawat lepas landas menuju ke Kerajaan Dullahan.
"Jadi perjalanan kita berapa lama Theo?"Tanya Agung memulai topik pembicaraan.
"10jam"Jawab Theo dengan singkat.
"Eh disini ada mie isntan dari Indonesia?"Tanya Agung.
"Ada tuh di belakang ada di bagian laci bawah."Jawab Agung.
"Emang ada dapurnya Theo?"Tanya Agung.
"Ya elah ini pesawat sendiri,jadi ada dapurnya gak termasuk juru masaknya."Jawab Theo.
"Emangnya kenapa dengan juru masaknya kan bisa suruh masakin."Tanya Agung.
"Sudahlah itu ceritanya panjang."Jawab Theo sembari mengambil berkasnya untuk dibaca.
         Agung langsung menuju ke dapur dan bertemu Morgiana dan Nitocris."Numpang masak mbak."Seru dia.Mereka langsung mempersilahkan Agung untuk bergabung memasak.
"Kuy mau tanya mbak,emang betul Si Theo punya juru masak sendiri di pesawat ini?"Tanya Agung.
"Sebenarnya dia sudah dilempar dari pesawat ini."Jawab Morgiana.
"Gegara apa mbak?"Tanya Agung.
"Dia sering meminta gaji yang lebih besar padahal kita sering memberikan gaji yang lebih tapi dianya ingin nambah gaji melulu,ya terpaksa kita menendangnya langsung dari pesawat ini."Ucap Nitocris.
            Agung langsung memasak mie kesukaannya yaitu mie rebus dan ia memakannya dengan keadaan hangat dan ia teringat dengan mie rebus di kampungnya pada saat ia masih hidup."Makan mie rebus sambil memandangi gumpalan awan malah kayak ngeliatin temen-temen bangsat yang belum bayar utangku,pasti temenku pada seneng bgitu pula ortu gw."Pikirnya.Agung langsung menghabiskan mienya dan meletakkan mangkuknya di bak pencucian peralatan makan.Agung langsung duduk dan tidur dengan nyenyak
"Hei Agung bangun,kita sudah sampai."Ucap Theo.
"Huh,kita sudah sampai."Kaget Agung.
"Iyalah,ayolah kita turun dari sini,jangan malas lah."Ucap Theo.
             Agung langsung turun dari pesawat dan ia terkejut karena pemandangan di kerajaan Dullahan yang sangat indah.
"Indah sekali nih tempat kayak di desa saja."Puji Agung.
"Hoi sampai kapan melihat pemandangan ayo kita masuk ke istana!"Perintah Nitocris.
"Buset njink kayak istananya mimi peri aja nih."Ucap Agung.
"Btw kita disini untuk menjaga putri bangsawan buka?"Tanya Agung.
"Kita disini untuk mencari Morris,kabarnya ia dibawa ke sini."Jawab Agung.
               Pada saat berjalan mereka diserang oleh musuh dan petempuran berlangsung seru.
"Team saatnya menyerang dengan mode kasar!"Perintah Dia
               Mereka langsung mengangguk dan melakukan serangan balik.Theo langsung mengucapkan mantra sihir yaitu"Shockwave."Seketika musuh langsung tumbang dan Agung mengeluarkan kekuatannya yaitu kaki besinya,ia menendang pelipis kepala musuh seketika kepala musuh langsung pecah.


Bersambung di Chapter 6:The Iron Leg Part 2



     
      

Comments