S2:Chapter 4:A New Rival

     Ia menuju ke ruang makan untuk makan malam seketika ada orang-orang dari RMA yang pernah bertemu di kantin.
"Lho tiga orang ini tinggal disini?"Tanya Agung.
"Oh iya aku lupa menjelaskanmu karena Merlin tinggal disini begitu pula Morgan dan Nitocris."Jawab Theo.
       Agung duduk di samping Theo dan makanan datang mereka memakan hidangan.
"Jadi kalian ini satu tim?"Tanya Agung.
"Ya,kita satu tim dengan Archibald."Jawab Morgiana.
"Terus aku sudah positif untuk menjadi timmu Theo?"Tanya Agung.
"Kan aku udah bilang besok kau berangkat bersama aku artinya positif masuk ke timku lah."Jawab Theo sembari menyendok makanannya.
"Satu hal lagi kau akan tidur bersama Merlin."Tambah Theo.
"Kenapa aku bersama Merlin?"Tanya Agung.
"Singkatnya yang kau gunakan untuk tidur adalah kamarnya Merlin jadi kau harus berbagi kasur dengannya."Jawab Theo.
"Ah dasar bangsat."Gumam Agung.
"Hei tutur kata Agung!"Bentak Morgiana sembari mengarahkan pisau makan ke arah Agung.
"Maaf mbak tadi keceplosan."Ucap Agung sambil tergagap-gagap.
"Sudahlah jangan berantem disini kalau berantem kalian akan kumasukkan ke peti mati,mengerti!!"Ucap Theo.
       Mereka melanjutkan makan malam dengan muka yang datar.
        Keesokan harinya mereka berangkat ke kantor RMA secara bersamaan,setelah ia sampai mereka langsung absen dengan fingerprint.Mereka menuju ke ruangan Divisi Caster.
"Selamat datang di Divisi Mike Alpha Caster,Agung."Ucap mereka.Agung langsung menganga lebar karena ruangan yang bagus layaknya kantor-kantor di kota metropolitan.
"Disini memiliki fasilitas yang tercukupi yaitu PC yang memiliki spesifikasi tinggi,Wifi yang tentunya kencang dan ada dispenser untuk membuat kopi."Ucap Morgiana.
"Berapa kecepatan wifinya?"Tanya Agung.
"70 GB/Second."Jawab Morgiana.
"Karena tidak ada tugas kamu boleh bebas ngapain apa aja disini sampai jam 18:00."Ucap Merlin.
"Benarkah."Kaget Agung.
Mereka mengangguk dan mempersilahkan Agung ke meja kerjanya dengan Theo.
     Agung dengan cepat menyalakan PCnya dan memilih game yang ingin dimainkan."Kagak ada mobile entot ya tapi ya udahlah gw mau ngeshitposting di FP ge."Gumam dia.
        Pada saat membuat shitposting di FPnya dia diejek oleh orang yang tak kenal.
"Jadi kau orang baru yang matinya dengan cara konyol."Ejek orang tersebut.
"Janganlah kau ungkit-ungkit perkara itu bangsat!"Teriak Agung.
     Pada saat cekcok mulut berlangsung dengan pemuda tersebut Merlin datang untuk melerai dan mereka menjadi pusat perhatian di kantor tersebut.
"Hey jangan berantem ini tempat umum bukan lapangan kalo mau gelud langsung aja ke lapangan dan akan kulaporkan ke Tuan Raynold."Ucap Merlin.
       Pemuda tersebut meninggalkan agung dan mengacungkan jari tengahnya.
"Itu tadi siapa kok rupanya cem kontolnya bowo yang ada di tik tod?"Tanya Agung dengan nada kesal.
"Itu tadi Michael Morris."Jawab Merlin.
"Dia sering begitu di RMA sehingga teman-temannya membencinya."Tambah Merlin.
     Agung memikirkan orang yang mengejeknya,pada saat memikirkan pemuda tersebut ia mendapat pesan dari hpnya yang berisikan"Temui aku di lapangan RMA tengah malam."Isi pesan tersebut."baiklah gw siap gelud denganmu kalo berani pake tangan kosong gak usah pake sihir."Balas Agung

Bersambung di Chapter 5:Rival Has A Fallen

Comments