First Mission:There Is No Hiding Place
Setelah kejadian pemberontakan di Universitas Pattimura,universitas tersebut di liburkan dan Danial orang yang dimaksudkan Erika melarikan diri ke suatu tempat sementera itu Theo dan kawan-kawanya sedang mencari informasi tentang keberadaan Danial.
"Bagiamana Merlin kau menemukan orangnya?"Tanya Theo.
"Belum."Jawab Merlin.
Theo berjalan keluar dari rumahnya berjalan menuju ke halaman belakang datanglah burung dan burung tersebut berubah menjadi manusia.
"Bagaimana kau menemukan Phoenix?"Tanya Theo.
"Aku sudah menemukanya Theo."Jawab Phoenix.
"Dimana orang itu Phoenix?"Tanya Theo.
"Dia ada di Provinsi Jawa Tengah tepatnya ada di kota kecil yang namanya Kota Pati."Jawab Theo.
"Baiklah,terima kasih atas informasinya Phoenix."Ucap Theo.
"Sama-sama."Jawab Phoenix dan langsung merubah dirinya menjadi burung dan pergi meninggalkan Theo.
Theo langsung masuk ke dalam rumah dan memberitahukan berita tersebut kepada kawan-kawannya dan Erika.
"Kau yakin Danial ada di kota tersebut?"Tanya Erika.
"Aku yakin dia ada disana."Jawab Theo.
"Tapi kayaknya orang tersebut memiliki kendaraan mewah."Tambah Erika.
"Apa itu?"Tanya Theo.
"Aku tidak tahu Theo tapi yang pasti pabrikan dari Jepang."Jawab Erika.
"Mungkin Kawasaki yang dimaksudkan Erika."Ucap Morgan.
"Baiklah Besok pagi kita akan ke kota tersebut dengan waktu tempuh 10 jam."Ucap Theo.
"Erika kau mau ikut?"Tanya Theo.
"Aku ikut Theo."Jawab Erika.
"Bagiamana Merlin kau menemukan orangnya?"Tanya Theo.
"Belum."Jawab Merlin.
Theo berjalan keluar dari rumahnya berjalan menuju ke halaman belakang datanglah burung dan burung tersebut berubah menjadi manusia.
"Bagaimana kau menemukan Phoenix?"Tanya Theo.
"Aku sudah menemukanya Theo."Jawab Phoenix.
"Dimana orang itu Phoenix?"Tanya Theo.
"Dia ada di Provinsi Jawa Tengah tepatnya ada di kota kecil yang namanya Kota Pati."Jawab Theo.
"Baiklah,terima kasih atas informasinya Phoenix."Ucap Theo.
"Sama-sama."Jawab Phoenix dan langsung merubah dirinya menjadi burung dan pergi meninggalkan Theo.
Theo langsung masuk ke dalam rumah dan memberitahukan berita tersebut kepada kawan-kawannya dan Erika.
"Kau yakin Danial ada di kota tersebut?"Tanya Erika.
"Aku yakin dia ada disana."Jawab Theo.
"Tapi kayaknya orang tersebut memiliki kendaraan mewah."Tambah Erika.
"Apa itu?"Tanya Theo.
"Aku tidak tahu Theo tapi yang pasti pabrikan dari Jepang."Jawab Erika.
"Mungkin Kawasaki yang dimaksudkan Erika."Ucap Morgan.
"Baiklah Besok pagi kita akan ke kota tersebut dengan waktu tempuh 10 jam."Ucap Theo.
"Erika kau mau ikut?"Tanya Theo.
"Aku ikut Theo."Jawab Erika.
Jam 12:00 Jalan Tol Purbaleunyi.
Theo mengendarai mobil Lamborghini Avetandor sementara kawan-kawanya lewat jalur udara sambil memantau Theo dari bawah.
"Theo apa kau tahu batas kecepatan di jalan tol?"Tanya Erika.
"Ya,aku tahu paling rendah 60 KM/jam dan yang paling tinggi 100 KM/jam."Jawab Theo.
"Ketahuilah Theo kayaknya kau mengenderai mobilmu di angka 234 KM/jam,aku tinggal dulu Theo."Ucap Morgan.
"Theo apa kau tahu batas kecepatan di jalan tol?"Tanya Erika.
"Ya,aku tahu paling rendah 60 KM/jam dan yang paling tinggi 100 KM/jam."Jawab Theo.
"Ketahuilah Theo kayaknya kau mengenderai mobilmu di angka 234 KM/jam,aku tinggal dulu Theo."Ucap Morgan.
Jam 13:00 Rest Area Jalan tol Purbaleunyi KM 45.
"Makanan di Rest Area ini sangat enak sekali."Ucap Erika.
"Yang enggak enak isi dompetku Erika."Gumam Theo.
"Hehehehehe maaf Theo lain kali traktir lagi bareng sama temen."Terkekeh Erika.
"Bangkrut dah gue gajian belum cair."Ucap Theo.
Pada saat masuk ke mobil Theo melihat mobil pembalap dengan plat nomor B 4532 BLG.
"Kenapa Theo?"Tanya Erika.
"Tidak apa-apa,kau masuk duluan."Jawab Theo.
"Nitocris tolong ikuti mobil B 4532 BLG."Ucap Theo.
"Baiklah."Ucap Nitocris.
"Merlin tolong hidupkan laptop dan jalankan aplikasi RAF."Perintah Nitocris.
Merlin menyalakan laptop dan menjalankan aplikasi RAF ke mode helikopter terdengar suara dari laptop yang mengatakan."Welcome to Helicopter Maverick Predator Gunship."
"Ok kayaknya aku menemukannya mobilnya Lamborghini Gallardo Valentino Bialboni dengan plat nomor B 4542 BLG."Ucap Merlin.
"Dan dia melaju di kecepatan di 200 KM/H."
"Oh ya Tuhan lihatlah dia mengemudi sangat gila sekali dan melewati polisi jalan tol."
"Theo ikuti mobilnya."Perintah Merlin.
Theo langsung mempercepat mobilnya di angka 300 KM/J.
"Oh tidak ini cepat sekali Theo."ucap Erika.
"Mobil itu menuju kemana?"Tanya Theo.
"Sebentar,dia menuju ke kota Pati juga."Jawab Merlin.
"Oh tidak dia menabrak bagian samping mobil polisi tersebut dan hilang kendali."Ucap Merlin.
Braaakk! Mobil tersebut menabrak pembatas jalan.
"Sial laptopku di retas oleh mobil dibawah tersebut."Ucap Merlin.
"Kita kehilangan mobil tersebut."Ucap Nitocris.
"Yang terpenting dia menuju ke kota yang sama."Ucap Theo.
"Yang enggak enak isi dompetku Erika."Gumam Theo.
"Hehehehehe maaf Theo lain kali traktir lagi bareng sama temen."Terkekeh Erika.
"Bangkrut dah gue gajian belum cair."Ucap Theo.
Pada saat masuk ke mobil Theo melihat mobil pembalap dengan plat nomor B 4532 BLG.
"Kenapa Theo?"Tanya Erika.
"Tidak apa-apa,kau masuk duluan."Jawab Theo.
"Nitocris tolong ikuti mobil B 4532 BLG."Ucap Theo.
"Baiklah."Ucap Nitocris.
"Merlin tolong hidupkan laptop dan jalankan aplikasi RAF."Perintah Nitocris.
Merlin menyalakan laptop dan menjalankan aplikasi RAF ke mode helikopter terdengar suara dari laptop yang mengatakan."Welcome to Helicopter Maverick Predator Gunship."
"Ok kayaknya aku menemukannya mobilnya Lamborghini Gallardo Valentino Bialboni dengan plat nomor B 4542 BLG."Ucap Merlin.
"Dan dia melaju di kecepatan di 200 KM/H."
"Oh ya Tuhan lihatlah dia mengemudi sangat gila sekali dan melewati polisi jalan tol."
"Theo ikuti mobilnya."Perintah Merlin.
Theo langsung mempercepat mobilnya di angka 300 KM/J.
"Oh tidak ini cepat sekali Theo."ucap Erika.
"Mobil itu menuju kemana?"Tanya Theo.
"Sebentar,dia menuju ke kota Pati juga."Jawab Merlin.
"Oh tidak dia menabrak bagian samping mobil polisi tersebut dan hilang kendali."Ucap Merlin.
Braaakk! Mobil tersebut menabrak pembatas jalan.
"Sial laptopku di retas oleh mobil dibawah tersebut."Ucap Merlin.
"Kita kehilangan mobil tersebut."Ucap Nitocris.
"Yang terpenting dia menuju ke kota yang sama."Ucap Theo.
Jam 19:00 perbatasan kota Demak.
"Kenapa sih macet?"Tanya Erika.
"Mungkin ada perbaikan jalan."Jawab Theo sambil memainkan HPnya.
Drrrrrr! HP Theo begetar yang menandakan pesan WA masuk.Theo membuka pesan tersebut yang tak lain adalah Merlin,dalam pesan tersebut berisi ada kecelakaan beruntun di perbatasan kota Demak dan satu hal lagi aku sudah memesan kamar hotel dengan atas nama Morgan Le Fay untuk nomor kamar 578 dan nama hotelnya Safin.Theo hanya membaca pesan tersebut dan menutup HPnya.
"Apa kau lapar?"Tanya Theo.
"Ya,aku lapar sekali."Jawab Erika.
Theo turun dari mobil dan membeli makanan di pinggir jalan.
"Mungkin ada perbaikan jalan."Jawab Theo sambil memainkan HPnya.
Drrrrrr! HP Theo begetar yang menandakan pesan WA masuk.Theo membuka pesan tersebut yang tak lain adalah Merlin,dalam pesan tersebut berisi ada kecelakaan beruntun di perbatasan kota Demak dan satu hal lagi aku sudah memesan kamar hotel dengan atas nama Morgan Le Fay untuk nomor kamar 578 dan nama hotelnya Safin.Theo hanya membaca pesan tersebut dan menutup HPnya.
"Apa kau lapar?"Tanya Theo.
"Ya,aku lapar sekali."Jawab Erika.
Theo turun dari mobil dan membeli makanan di pinggir jalan.
Beberapa saat kemudian.
Theo masuk kedalam mobil sambil membawa makanan yang ia beli di pinggir jalan.
"Ini makanannya Erika."Ucap Theo.
"Oh terima kasih."Ucap Erika.
"Sama-sama."Ucap Theo.
Lalu lintas langsung bergerak walaupun berjalan lambat.
"Theo itukan mobil yang tadi kita kejara pada saat kita di jalan tol Purbaleunyi."Ucap Erika.
"Iya juga sih."Ucap Theo.
"Ini makanannya Erika."Ucap Theo.
"Oh terima kasih."Ucap Erika.
"Sama-sama."Ucap Theo.
Lalu lintas langsung bergerak walaupun berjalan lambat.
"Theo itukan mobil yang tadi kita kejara pada saat kita di jalan tol Purbaleunyi."Ucap Erika.
"Iya juga sih."Ucap Theo.
Jam 01:00 Kota Pati.
Theo dan Erika sampai di Kota Pati dan mencari hotel yang dimaksudkan oleh Merlin.Sesampainya di hotel Safin mereka memakirkan mobil tersebut di pelataran parkir hotel tersebut dan menuju ke loby untuk menanyakan kamar 578.
"Ada yang bisa kubantu tuan?"Tanya Receptionis.
"Ya,apa kau tahu kamar 578?"Tanya Theo.
"ada di lantai 4 tuan."Jawab Receptionis.
"Terima kasih."Ucap Theo.
"Sama-sama."Jawab Receptionis tersebut.
Theo sampai di kamar 578 dan mengetuk pintu.
Tok tok tok tok! "Siapa itu?"Tanya Merlin.
"Ini aku Theo."Jawab Theo.
Merlin membukakan pintu dan mempersilahkan masuk beserta Erika.
"Kamar yang luas."Ucap Theo.
"Dimana kau menaruh helikopter?"Tanya Theo.
"Ada di atas."Jawab Merlin.
"Aku tidur dulu Theo."Ucap Erika sembari berjalan menuju ke kasur yang diisi oleh Nitocris dan Morgan.
"Mau ke balkon Theo."Ajak Merlin sambil membawa minuman dingin.
"Tentu."Ucap Theo.
"Ada yang bisa kubantu tuan?"Tanya Receptionis.
"Ya,apa kau tahu kamar 578?"Tanya Theo.
"ada di lantai 4 tuan."Jawab Receptionis.
"Terima kasih."Ucap Theo.
"Sama-sama."Jawab Receptionis tersebut.
Theo sampai di kamar 578 dan mengetuk pintu.
Tok tok tok tok! "Siapa itu?"Tanya Merlin.
"Ini aku Theo."Jawab Theo.
Merlin membukakan pintu dan mempersilahkan masuk beserta Erika.
"Kamar yang luas."Ucap Theo.
"Dimana kau menaruh helikopter?"Tanya Theo.
"Ada di atas."Jawab Merlin.
"Aku tidur dulu Theo."Ucap Erika sembari berjalan menuju ke kasur yang diisi oleh Nitocris dan Morgan.
"Mau ke balkon Theo."Ajak Merlin sambil membawa minuman dingin.
"Tentu."Ucap Theo.
Jam 1:15 Balkon Hotel Safin.
"Ketahuliah Theo aku menemukan keberadaan Danial."Ujar Merlin sambil meminum minuman tersebut.
"Oh ya,ada di mana Merlin?"Tanya Theo.
"Menurut orang-orang dia tinggal di Perumahan Joyokusumo."Jawab Merlin.
"Kenapa kau tidak menangkapnya langsung?"Tanya Theo.
"Nah,itu dia masalahnya dia memberikan pelindung sihir sehingga para servant dan penyihir masuk ke halaman rumahnya Danial akan terpental sejauh 2 M."Jawab Merlin.
"Kita harus menuju ke rumahnya."Ajak Theo.
"Ya sudah kita kesana mumpung belum matahari terbit tapi kau tahu jalannya kan Theo."Ucap Merlin.
"Tahulah."Jawab Theo.
"Aku akan kunci kamarnya dulu."Ucap Merlin.
"Dari mana kau dapat kunci itu?"Tanya Theo.
"Aku ini bisa duplikat barang Theo."Jawab Merlin.
Theo dan merlin mengunci kamar tersebut dan menuju ke parkiran bawah tanah.
"Tunggu sebentar aku punya sihir yang bagus Theo."Ucap Merlin.
Merlin mengeluarkan diecast dari sakunya dan meletakkan diecast tersebut alhasil berubah menjadi mobil asli.
"What the heck."Kaget Theo.
"Di kerajaanmu bisa begini enggak?"Tanya Merlin.
Merlin masuk ke dalam mobil begitu pula Theo,mobil berjalan pelan keluar dari pelataran parkir bawah tanah.
"Dari mana kau mempelajari sihir ini Merlin?"Tanya Theo.
"Aku mempelajarinya dari Morgan dan membutuhkan waktu 2 bulan untuk mempelajarinya."Jawab Merlin.
"Apa yang paling sulit dalam mempelajari sihir ini?"Tanya Theo.
"Tidak ada."Jawab Merlin.
"Oh ya,ada di mana Merlin?"Tanya Theo.
"Menurut orang-orang dia tinggal di Perumahan Joyokusumo."Jawab Merlin.
"Kenapa kau tidak menangkapnya langsung?"Tanya Theo.
"Nah,itu dia masalahnya dia memberikan pelindung sihir sehingga para servant dan penyihir masuk ke halaman rumahnya Danial akan terpental sejauh 2 M."Jawab Merlin.
"Kita harus menuju ke rumahnya."Ajak Theo.
"Ya sudah kita kesana mumpung belum matahari terbit tapi kau tahu jalannya kan Theo."Ucap Merlin.
"Tahulah."Jawab Theo.
"Aku akan kunci kamarnya dulu."Ucap Merlin.
"Dari mana kau dapat kunci itu?"Tanya Theo.
"Aku ini bisa duplikat barang Theo."Jawab Merlin.
Theo dan merlin mengunci kamar tersebut dan menuju ke parkiran bawah tanah.
"Tunggu sebentar aku punya sihir yang bagus Theo."Ucap Merlin.
Merlin mengeluarkan diecast dari sakunya dan meletakkan diecast tersebut alhasil berubah menjadi mobil asli.
"What the heck."Kaget Theo.
"Di kerajaanmu bisa begini enggak?"Tanya Merlin.
Merlin masuk ke dalam mobil begitu pula Theo,mobil berjalan pelan keluar dari pelataran parkir bawah tanah.
"Dari mana kau mempelajari sihir ini Merlin?"Tanya Theo.
"Aku mempelajarinya dari Morgan dan membutuhkan waktu 2 bulan untuk mempelajarinya."Jawab Merlin.
"Apa yang paling sulit dalam mempelajari sihir ini?"Tanya Theo.
"Tidak ada."Jawab Merlin.
Jam 1:30 Perumahan Joyokusumo.
"Ada yang bisa kubantu tuan."Tanya Satpam.
"Iya,apa anda tahu rumah Danial?"Tanya Merlin.
"Lurus saja belok ke kanan nomor rumahnya 66."Jawab Satpam.
"Terima kasih."Ucap Merlin.
"Sama-sama."Ucap Satpam.
"Iya,apa anda tahu rumah Danial?"Tanya Merlin.
"Lurus saja belok ke kanan nomor rumahnya 66."Jawab Satpam.
"Terima kasih."Ucap Merlin.
"Sama-sama."Ucap Satpam.
Beberapa saat kemudian.
"Kau yakin rumahnya Merlin?"Tanya Theo.
"Aku yakin."Jawab Merlin.
Theo dan Merlin keluar dari kendaraan dan Merlin mengucapkan mantra dengan serempak"magic protector crushers."Seketika pelindung sihir hancur,setelah mereka menghancurkan pelindung sihir mereka masuk ke rumah dengan mantra yang lain.
"Aku yakin."Jawab Merlin.
Theo dan Merlin keluar dari kendaraan dan Merlin mengucapkan mantra dengan serempak"magic protector crushers."Seketika pelindung sihir hancur,setelah mereka menghancurkan pelindung sihir mereka masuk ke rumah dengan mantra yang lain.
"Theo giliranmu."Ucap Merlin.
"Baiklah."Jawab Theo.
Theo memegang gagang pintu dan mengucapkan mantra untuk membuka pintu tersebut"Open Door."
"Sekarang jaman serba canggih bukan teknologi saja melainkan sihir juga yang bisa dirangkas dulu sihir memilik mantra yang panjang dan bahasa yang aneh sekarang memakai mantranya pendek dan bisa menggunakan bahasa Inggris."Ujar Merlin.
"Ketahuilah perubahan jaman,Merlin."Ucap Theo.
"Sudahlah ayo kita masuk,Merlin."
Theo dan Merlin masuk ke dalam rumah tersebut dan mencari Danial secara diam-diam selang menit kemudian mereka sampai di kamar Danial dan mereka melihat Danial tetidur lelap,Merlin melihat koper di bawah ranjangnya Danial dan menyuruh Theo untuk mengambil koper tersebut.
"Theo ambil koper di bawah kasur dan buka kopernya secara pelan."Bisik Merlin.
Theo mengacungkan jari jempol dan membukanya koper secara pelan,Merlin pindah tempat untuk membekap mulut Danial.
"Kau siap?"Tanya Merlin.
Theo menganggukkan kepalanya.
Merlin langsung membekap mulut orang tersebut dan Danial panik Merlin langsung memasukkan orang tersebut ke dalam koper.Theo membantu Merlin untuk memasukkan Danial ke dalam koper,Theo langsung menutup kopernya.
"Baiklah,Theo saatnya bawa orang ini ke titik ini."Pernitah Merlin sambil menyodorkan HPnya.
Theo langsung membawa koper itu menuju ke bagasi mobilnya.
"Apa kau yakin dia bisa bernafas?"Tanya Merlin.
"Tenanglah aku menyihir orang ini agar bisa bernafas di dalam koper."Jawab Theo.
Mereka masuk ke dalam mobil dan berjalan menuju ke titik yang ditujukan di Hpnya Merlin.
Jam 5:00 Pusat Kota.
Dua orang telah menunggu di dalam mobil tak lama berselang ada satu mobil berhenti di belakang mobil tersebut keluarlah Theo dan Merlin diikuti mobil didepan.
"Bagaimana apa kau sudah mendapatkannya?"Tanya salah satu seorang.
"Sudah saya dapatkan."Jawab Merlin.
"Theo bawa kemari."
Theo membawa koper tersebut dan memberikannya kedua orang tersebut.Kedua orang tersebut menerimanya dan memasukkan kedalam bagasi mobil yang kedua dan mereka pergi.
"Mereka pergi begitu saja."Ucap Theo.
"Sudahlah jangan banyak omong masuk kedalam mobil,sekarang juga."Perintah Merlin.
Beberapa hari kemudian.
Theo sedang menikmati makan siang di sebuah restoran pada saat makan siang berlangsung telpon Theo berbunyi dari Nitocris dan Theo mengangkatnya.
"Halo,selamat siang,"Sapa Theo.
"Theo,kau bisa ke hotel sekarang juga?"Tanya Nitocris.
"Memangnya kenapa?"Tanya Theo balik.
"Sudahlah,kita mendapat informasi penting."Jawab Theo.
Telpon diputus dan Theo bergegas ke kasir untuk membayar tagihan makan siangnya setelah itu Theo menuju ke hotel.
Jam 12:30 Hotel Safin.
"Ada apa kau memanngilku N?"Tanya Theo.
"Kita mendapatkan kabar buruk?"Jawab Nitocris.
Bersambung.
Comments
Post a Comment