First Mission:The Informan
Nitocris pun menghubungi informan tersebut.
"Erika kita bisa mulai melakukan mencari informasi tersebut."Ucap Nitocris.
"Tapi kita perlu satu orang untuk menyamar menjadi mahasiswa di Universitas pattimura."Ujar Erika.
"Baiklah temanku akan menyamar menjadi mahasiswa disana."Ucap Nitocris.
Theo pun sontak kaget lantaran harus menjadi mahasiswa di universitas tersebut.
"Apaaa,aku menjadi mahasiswa Universitas tersebut."Kaget Theo.
"Ya,kau disuruh Merlin dan kau tahu kan si Nitocris dan Morgan sudah punya tugas yaitu mencari informasi tambahan sedangkan aku meneliti informasi tersebut,lha kamu sedang asyik menonton TV."Ujar Merlin.
Theo pun lalu bersujud dan meminta Merlin untuk tidak menjadikannya sebagai mahasiswa disana"Aku mohon aku tidak mau menjadi mahasiswa di universitas tersebut."Kata Theo.
Merlin pun membaca mantra"O mother of nature give the strength of water and lead this water spray directed towards this person."
Sontak Theo terkena semburan air dari Merlin.
"Hei ini cuma air."Ucap Theo.
"Ohhh cuma air,bagaimana aku menambahkan mantra?"tanya Merlin.
"Mantra apa"?Jelas Theo.
"Electric shock."Ucap Theo.
ARRRGGGHHHHH! Mantra tersebut menjatuhkan Theo sehingga tersungkur ke tanah dan kejang-kejang.
"Itu akan membuatnya tidur beberapa hari dan aku bisa mendaftarkan dia di Universitas tersebut."Ucap Merlin.
Beberapa hari kemudian.
"Awww aku tertidur berapa lama?"tanya Theo.
Theo pun mengambil hpnya dan melihat kalender.
"Apa aku tertidur selama 3 hari."Kaget Theo.
Theo pun turun menuju ruang santai.
"Nah itu si raja tidur udah bangun."Ejek Merlin.
"Oi T aku sudah memasukkan di universitas tersebut dan sudah resmi menjadi mahasiswa universitas tersebut."Ucap Nitocris.
Sontak Theo pun kaget dan pingsan lagi.
"Sebaiknya kita tidak memberitahukan ini kepada Theo kan."Ucap Merlin.
"Tolong bawaTheo ke kamar Nito."Perintah Morgan.
"Baiklah."Jawab Nitocris.
Jam 06:00 pagi
Ringing ringingi ringingi suara jam alarm berbunyi yang membuat Theo terbangun dari tidurnya.
"Jam berapa ini?"tanya Theo.
Theo pun melihat jam hp yang sudah menunjukkan jam 6 pagi dan mengambil catatan di sampingnya.Catatan ini berisi"jam 08:00 kau harus pergi Universitas Pattimura pakai pakaian setelan jas karena universitas elit sekarang juga."
"Oh fuck,aku benci ini."Ucap Theo
Theo pun persipan menuju ke universitas tersebut dan sarapan terlebih dahulu dan memakai motor Kawasaki H2R menyusuri kota Jakarta.
Jam 8:30 Universitas Pattimura.
Theo pun sampai di gerbang Universitas Pattimura dan memakirkan mobilnya.Theo pun dipanggil oleh seorang perempuan yang tak lain adalah Erika mahasiswi dari universitas tersebut yang menjadi informan.
"Theo ya?"tanya Erika.
"Oh iya."Jawab Theo.
"Aku Erika Ningsih Puspita Sari dan nama lengkapmu Theo?tanya Erika sekaligus memperkenalkan ke Theo.
"Archibald Theofreze itu adalah nama lengkapku yang berasal dari Rumania."Jawab Theo.
"Aku satu kelas sama kamu."Ucap Erika.
"Kelas apa?"tanya Theo.
"Sejarah."Jawab Erika.
Theo berjalan menuju ke kelas bersama Erika.
"Jadi kau adalah seorang Black Government?tanya Theo.
"Enggaklah RMA salah informasi karena yang dimaksudkan ada beberapa orang yang menjadi Black Government."Ucap Erika.
"Apa kau punya Servant?tanya Theo.
"Punya,orang-orang disini menyebut servant dengan sisi jahat dan cara kerjanya adalah jika seseorang memilik hal yang buruk sisi jahatnya akan meningkat dan orang yang memiliki hal baik maka sisi jahatnya melemah."jawab Erika.
"Oh ya kamu harus ke ruang dosen lurus saja untuk menemui dosen."Tambah Erika.
Theo pun menuju ke ruangan dosen dan menemui dosen.
"Permisi,apakah anda mengajar kelas sejarah?"tanya Theo.
"Ya,apakah anda anak baru mas"?jawab dosen sekaligus bertanya.
"Ya,saya anak baru."jawab Theo.
"Baiklah iku saya."Ucap Theo.
Theo pun mengikuti dosen tersebut dan sampailah mereka di kelas sejarah,dosen pun mebmbuoa pintu begitu pula theo mengikuti.
"Selamat pagi."Salam dosen tersebut begitu pula diikuti mahasiswa dan mahasiswi.
"Kita kedatangan murid baru dari tanah Eropa tolong diperkenalkan mas."Perintah dosen tersebut.
"Perkenalkan nama saya Archibald Theofreze sering dipanggil Theo,asal saya dari Rumania."Ucap Theo.
"Aku harap kalian bisa berteman dengan orang ini."Ucap dosen.
Theo mencari bangku yang kosong.Theo mendapatkan bangku di samping Erika dan Theo diberi secarik kertas dari Erika
"Jangan dibuka Theo kau boleh membukanya pada saat kita pulang."Perintah Erika.
Theo memasukkan kertas tersebut di sakunya dan fokus ke pelajaran.
Jam 15:00 menjelang sore hari
Theo bergegas menuju ke parkiran sesampainya di parkiran Theo membuka secarik kertas yang diberikan oleh Erika.Catatan itu berisi daftar orang yang diburu oleh RMA dan RAF.
"Banyak sekali ada 20 orang yang membuat homonculus tapi sebagian sudah dibunuh ole Erika dan aku membunuh 9 orang tapi yang."Ucap Theo.
Theo masuk ke dalam mobil dan pulang menuju ke rumahnya.
Jam 15:35
Sesampainya di rumah Theo langsung duduk di sofa bersama Merlin.
"Jadi bagaimana belajarmu dan apa yang diberikan Erika?"tanya Merlin.
"Emangnya aku anak SD dan dia memberikan secarik kertas yang ada daftar si pembuat homonculus dan black witch terkenal di Black Government."Jawab Theo.
"Bagaimana kita incar orang yang bersekolah di universitasmu."Tanya Merlin.
"Boleh juga."Ucap Theo.
Ringing ringingi ringingi telpon Theo berbunyi dan Theo mengangkat telponnya.
"Halo,dengan siapa ya?tanya Theo sekaligus menyapa.
"Ini aku Erika."Jawab Erika.
"Ohhh Erika,kenapa kau bisa tahu nomorku?"tanya Theo.
"Temanmu yang memberikannya,Theo kayaknya aku menemukan mangsa yang tepat untukmu RAF."Ujar Erika.
"Mangsa apa?tanya Theo.
"Untuk lebih lanjut temui saja di rumahku alamatnya ada di Lebak bulus,Jaksel perumahan Permata hijau no 30."Ucap Erika.
"Baiklah Erika aku akan kesana ok aku tutup telponnya selamat sore Erika."Salam Theo.
Theo pun menutup telponnya dan mengajak Merlin menuju ke rumahnya Erika.Theo dan Merlin masuk ke mobil.
Jam 16:30 Lebak Bulus Jaksel
Theo dan Merlin sampai di kediaman Erika dan informan tersebut sudah menunggu sejak lama.
"Lama sekali kau Theo."Gumam Erika.
"Maaf jalanan Jakarta macet parah."Ucap Erika.
"Mobil yang bagus Theo."Puji Erika.
"Mobil Lamborghini Avetandor 50th Anniversario LP720-4."Ucap Theo.
Erika pun mempersilahkan Theo masuk dan sudah ditunggu oleh Morgan dan Nitocris.
"Kenapa kalian ada disini?"tanya Theo.
"Kita disini ngebahas tentang Danial Sastronegoro."Ucap Morgan.
"Orang ini akan mencalonkan diri menjadi ketua universitas beberapa hari lagi."Ucap Erika.
Theo melirik teman-temanya Erika.
"Oh kita belum berkenalan dengan teman-temanku."Ucap Erika.
"Nah yang pertama adalah duo kakak adik namanya Ignatius Steve dan Ignatius James,dia adalah duo orang pembunuh bayaran mereka memilik sisi jahat yang namanya Nini,yang kedua adalah Z dia sama halnya dengan pembunuh bayaran yang dulunya dia bagian dari Black Government,yang ketiga adalah Andy dia adalah pacarku dan yang terakhir adalah Bayu si orang mesum tapi dia bisa diandalkan di pasar gelap dan ahli dalam senjata apapun."Tambah Erika.
"Nah tugas kita adalah kita harus membunuh wakil Rektor dan mencari kunci untuk menyelinap di rumahnya."Ujar Nitocris.
"Kau akan bersama Bayu."Ucap Erika.
"Apa kita bawa Senjata?"tanya Bayu.
"Tidak tetapi kau akan naik mobil bersama Theo."Jawab Erika.
"Rumahnya ada dimana?"Tanya Theo.
"Ada di Bekasi tapi alamat rumahnya belum tahu,setahu saya dia menaiki mobil Ferrari F12 Berlinetta warna Merah."Jawab Erika.
"Baiklah aku dan Bayu akan pergi,ayo Bayu."Ajak Theo.
Theo dan Bayu berjalan keluar rumah.
"Tunggu disini Bayu aku akan mengecek mobilku."Perintah Theo.
"Cihh ini pasti mobil keluarga yang sering di jalanan Jakarta."Gumam Bayu.
"Bayu,ayo kita berangkat."Ajak Theo.
Bayu keluar dari rumah tersebut dan dia tidak menyangka kalau Theo memilik mobil mewah.
"Apakah mobilmu Theo?"tanya Bayu.
"Betul sekali."Jawab Theo.
"Lamborghini Avetandor 50th Annivessario LP720-4."Ujar Bayu.
"Ayo kita naik saatnya kita mencari si wakil rektor."Ajak Theo.
Jam 18:05 KM 7 jalan tol Pandhawa.
Theo mengisi bahan bakar di rest area KM 7 secara tidak sengaja Bayu melihat mobil yang dimaksudkan Erika.
"Theo itu kan mobil yang dimaksudkan Erika."Ucap Bayu sambil menunjuk.
"Sial dia malah melarikan diri cepat naik ke mobil."Perintah Theo.
Theo langsung membayar bensin dan langsung tancap gas untuk mengejarnya tak lama kemudian mereka menemukannya.
"Itu dia."Ucap Bayu sambil menunjuk mobil tersebut.
"Aku tak percaya kemampuan mengemudinya luar biasa tapi dia berurusan dengan orang yang salah."Ucap Theo.
Theo pun menambah kecepatan mobil sampai batas kecepatannya pada saat bersamaan ada polisi yang sedang berpatroli.
Bersambung.
Comments
Post a Comment