First Mission:Kill A Homonculus Maker
Braaakk!! suara yang dihasilkan dari benturan mobil SUV dan Hypercar yang mengakibatkan bagian samping ringsek.Keluarlah 2 orang yang tak lain Nitocris dan Morgan.
"Kita harus cepat sebelum polisi datang."ujar Morgan.
"Nitocris,Merlin bawa dia ke bagasi mobil SUV itu."Perintah Theo.
"Ayo kita harus pergi."Ajak Theo.
Theo masuk ke mobilnya dan berjalan pulang ke rumahnya diikuti mobil SUV tersebut.Setelah sampai dirumah Theo pun keluar dari mobil mewahnya begitu pula mobil yang dibelakangnya dan membawa pembalap tersebut ke ruangan yang dimaksudkan oleh Theo.
"Taruh dimana ini Theo?"tanya Nitocris.
"Taruh saja di bawah."jawab Theo.
Nitocris menjatuhkan pembalap tersebut di lantai dan meninggalkan Theo di ruangan tersebut sesaat kemudian datanglah Morgan dan Merlin yang lagi membawa alat-alat untuk menginstrograsi pembalap tersebut dan Nitocris membawa alat pengukur detak jantung atau biasa disebut EKG(Elektrokardiograf) sementara itu Theo sedang mengikat pembalap tersebut d kursi yang disiapkan oleh Morgan.Setelah persiapan sudah siap Theo dan teman-temanya keluar dari ruangan tersebut.
"Kita harus cepat sebelum polisi datang."ujar Morgan.
"Nitocris,Merlin bawa dia ke bagasi mobil SUV itu."Perintah Theo.
"Ayo kita harus pergi."Ajak Theo.
Theo masuk ke mobilnya dan berjalan pulang ke rumahnya diikuti mobil SUV tersebut.Setelah sampai dirumah Theo pun keluar dari mobil mewahnya begitu pula mobil yang dibelakangnya dan membawa pembalap tersebut ke ruangan yang dimaksudkan oleh Theo.
"Taruh dimana ini Theo?"tanya Nitocris.
"Taruh saja di bawah."jawab Theo.
Nitocris menjatuhkan pembalap tersebut di lantai dan meninggalkan Theo di ruangan tersebut sesaat kemudian datanglah Morgan dan Merlin yang lagi membawa alat-alat untuk menginstrograsi pembalap tersebut dan Nitocris membawa alat pengukur detak jantung atau biasa disebut EKG(Elektrokardiograf) sementara itu Theo sedang mengikat pembalap tersebut d kursi yang disiapkan oleh Morgan.Setelah persiapan sudah siap Theo dan teman-temanya keluar dari ruangan tersebut.
Jam 5:00 menjelang pagi.
"Theo paketmu sudah datang tuh."ucap Nitocris.
"Baiklah."Jawab Theo.
Theo pun membuka bungkus paket tersebut yang berisikan senjata sniper riffle.
"Lihatlah Barret M82A1 terlihat seperti senjata pembunuh massal aku dengar caliber peluru ini 50 caliber ini cukup menembus dua orang atau lebih."Tambah Theo.
"Kapan kita menginstrograsi pembalap tersebut?"tanya Morgan..
"Saya tidak sabar untuk menyiksa orang tersebut."tambah Morgan.
"Baiklah,saatnya menginstrograsi orang itu."Jawab Theo.
Para caster pun masuk ke ruangan tersebut begitu pula Theo yang membawa air dingin.Theo pun menyiramkan air tersebut ke orang tersebut.BYURRR!cipratan air tersebut mengenai orang tersebut dan membasahi badannya.
"Bangun bajingan sudah pagi ini!"Bentak Theo
"Nama kamu siapa?"jawab Merlin.
"Andre."Jawab pemuda tersebut.
"Baiklah,Andre aku hanya menanyakan pertanyaan dan jika kau tak bisa menjawab pertanyaanku kau harus menerima konsekuensi,mengerti."Ucap Theo.
Pemuda tersebut menganggukan kepalanya yang berarti siap menerima pertanyaan dari Theo.
"Nama dari pembuat homunculus dari Black Government?"tanya Theo.
"Namanya Erick dia tinggal di daerah Kelapa Gading."Jawab Andre.
"Anak pintar."ucap Theo.
Theo dan Merlin pergi ke daerah tersebut yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut.Sesampainya di Kelapa Gading dia ditipu oleh pemuda tersebut.
"Dasar bajingan tengik kita dibohongi oleh dia inikan tempat syuting sinetron yang judulnya anak langit."Ucap Theo.
"Sial,aku harus beritahu kepada morgan."
"Hei kau mau kopi Merlin."Tawar Theo.
Merlin pun menelpon Morgan dan mengatakan"kita salah rumah oarng itu ingin dibantai habis-habisan".
Morgan pun membawa kunci inggris dan menghantamkannya ke alat vitalnya Andre"AAAARRRRRGHHH!"suara teriakan tersebut sangatlah kencang dan Andre pun menagis karena sakit yang luar biasa di alat vitalnya.
"Apakah kau mau mengaku tuan pembalap?"tanya Morgan.
"Baiklah,rumahnya ada di Pantai Indah Kapuk."Jawab Andre.
"Nah,gitu dong."ucap Nitocris.
Nitocris menelpon Theo dan memberitahu lokasinya menyuruh Merlin ke tempat yang ia tuju.Sesampainya di tempat itu mereka menemukan rumah yang lagi mengadakan acara.Mereka melihat tower pemancar.Merekapun naik ke tower pemancar tersebut dan merakit senjata yang ia beli.
"Kita perlu ciri-ciri orangnya Nitocris."Perintah Theo.
"Baiklah."Jawab Nitocris.
"M kita perlu ciri-ciri orang tersebut."Perintah Nitocris.
"Hei,kau tahu ciri-ciri orang si pembuat homonculus?"Tanya Morgan.
"AAAAKUUUU....."gagap Andre.
"BZZZZZTTT terlalu lambat Morgan eksekusi!"Bentak Nitocris.
Morgan pun mengambil Dirigen yang berisi air dan lap,Morgan pun meletakkan lap basah tersebut di muka Andre dan menyirimkannya sehingga dia tidak bisa bernapas.
"Sudah Cukup,Morgan."Perintah Nitocris.
"Aku hampir mau tewas dan itu seperti tenggelam."Ucap Andre.
"Makanya kamu harus jawab dasar sialan!"bentak Nitocris.
"Ok,dia berkulit sawo matang,berhidung mancung,berambut cepak ngehe dan dia sering membawa rokok di tangan."Ucap Andre.
"Baiklah."Jawab Theo.
Theo pun membuka bungkus paket tersebut yang berisikan senjata sniper riffle.
"Lihatlah Barret M82A1 terlihat seperti senjata pembunuh massal aku dengar caliber peluru ini 50 caliber ini cukup menembus dua orang atau lebih."Tambah Theo.
"Kapan kita menginstrograsi pembalap tersebut?"tanya Morgan..
"Saya tidak sabar untuk menyiksa orang tersebut."tambah Morgan.
"Baiklah,saatnya menginstrograsi orang itu."Jawab Theo.
Para caster pun masuk ke ruangan tersebut begitu pula Theo yang membawa air dingin.Theo pun menyiramkan air tersebut ke orang tersebut.BYURRR!cipratan air tersebut mengenai orang tersebut dan membasahi badannya.
"Bangun bajingan sudah pagi ini!"Bentak Theo
"Nama kamu siapa?"jawab Merlin.
"Andre."Jawab pemuda tersebut.
"Baiklah,Andre aku hanya menanyakan pertanyaan dan jika kau tak bisa menjawab pertanyaanku kau harus menerima konsekuensi,mengerti."Ucap Theo.
Pemuda tersebut menganggukan kepalanya yang berarti siap menerima pertanyaan dari Theo.
"Nama dari pembuat homunculus dari Black Government?"tanya Theo.
"Namanya Erick dia tinggal di daerah Kelapa Gading."Jawab Andre.
"Anak pintar."ucap Theo.
Theo dan Merlin pergi ke daerah tersebut yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut.Sesampainya di Kelapa Gading dia ditipu oleh pemuda tersebut.
"Dasar bajingan tengik kita dibohongi oleh dia inikan tempat syuting sinetron yang judulnya anak langit."Ucap Theo.
"Sial,aku harus beritahu kepada morgan."
"Hei kau mau kopi Merlin."Tawar Theo.
Merlin pun menelpon Morgan dan mengatakan"kita salah rumah oarng itu ingin dibantai habis-habisan".
Morgan pun membawa kunci inggris dan menghantamkannya ke alat vitalnya Andre"AAAARRRRRGHHH!"suara teriakan tersebut sangatlah kencang dan Andre pun menagis karena sakit yang luar biasa di alat vitalnya.
"Apakah kau mau mengaku tuan pembalap?"tanya Morgan.
"Baiklah,rumahnya ada di Pantai Indah Kapuk."Jawab Andre.
"Nah,gitu dong."ucap Nitocris.
Nitocris menelpon Theo dan memberitahu lokasinya menyuruh Merlin ke tempat yang ia tuju.Sesampainya di tempat itu mereka menemukan rumah yang lagi mengadakan acara.Mereka melihat tower pemancar.Merekapun naik ke tower pemancar tersebut dan merakit senjata yang ia beli.
"Kita perlu ciri-ciri orangnya Nitocris."Perintah Theo.
"Baiklah."Jawab Nitocris.
"M kita perlu ciri-ciri orang tersebut."Perintah Nitocris.
"Hei,kau tahu ciri-ciri orang si pembuat homonculus?"Tanya Morgan.
"AAAAKUUUU....."gagap Andre.
"BZZZZZTTT terlalu lambat Morgan eksekusi!"Bentak Nitocris.
Morgan pun mengambil Dirigen yang berisi air dan lap,Morgan pun meletakkan lap basah tersebut di muka Andre dan menyirimkannya sehingga dia tidak bisa bernapas.
"Sudah Cukup,Morgan."Perintah Nitocris.
"Aku hampir mau tewas dan itu seperti tenggelam."Ucap Andre.
"Makanya kamu harus jawab dasar sialan!"bentak Nitocris.
"Ok,dia berkulit sawo matang,berhidung mancung,berambut cepak ngehe dan dia sering membawa rokok di tangan."Ucap Andre.
Nitocris pun memberitahu Theo dan menjelaskan ciri-ciri orang yang ingin dibunuhnya.
"Baiklah,aku menemukannya dia sekarang menghirup rokoknya di atas balkon rumahnya."Ujar Merlin.
"Tahan dulu Merlin,kayaknya ada yang salah."Perintah Theo.
"Apa ada yang salah?"tanya Merlin.
"Kayaknya kita kedatangan tamu tak diundang yang membawa senjata."Jawab Theo.
Setelah itu oarang-orang itu menambaki rumah pembuat homonculus.
RATATATATATA!suara senjata tersebut menghancurkan kaca rumah begitu pula isi rumahnya,sontak para tamu undangan di pesta tersebut melarikan diri dan ditembakki oleh orang orang tersebut.
"Bagaimana ini Theo?"tanya Theo.
"Saatnya tembak orang tersebut begitu pula orang yang menyerangnya."Perintah Theo.
DORRRR!Tembakan tersebut mengarah ke kepala Erick sehingga kepala orang tersebut hancur dan meninggalkan bekas lubang yang menembus kepala.
"Owhhh,itu membuatku mual."Ucap Theo.
Tak sampai disitu Merlin pun menggila dengan menambaki orang-orang yang membawa senjata.DOR!DOR!DOR!DOR!suara temabakan yanga mengenai musuh sehingga mereka yang dibawah terkapar dan bersimbah darah.
"Ayo kita pergi sekarang sebelum ada yang melihat kita."Ajak Theo.
"Baiklah."Jawab Merlin.
Mereka pun berkemas dan turun dari tower tersebut.Mereka pun pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Menjelang sore mereka pun sampai di rumah dan Theo pun meletakkan senjatanya ada di sofa.
"Dimana si pembalap tersebut?"tanya Theo.
"Aku menghilankan ingatannya dan aku bawa ke rumah sakit."Jawab Nitocris.
"Baiklah."Kata Theo.
"T kita baru saja mendapatkan informasi dari RMA yang mengatakan dia mendapatkan informan asli dari Black Government yang namanya Erika Ningsih Puspita Sari."Ucap Morgan.
"Baiklah,hubungi orang itu sekarang."Perintah Theo.
Nitocris pun menghubungi informan tersebut.
Bersambung
Comments
Post a Comment