First Mission:The Intruder part 2

Theo masuk ke dalam rumahnya Erika begitu pula teman-temanya yang mendaratkan helikopter di halaman belakang sehingga para tetangga terganggu dengan mesin helikopter.
"Hei matikan mesin helikopter itu sekarang juga bajingan!"bentak tetangga sebelah.
"Iya kagak usah ngegas."Jawab Theo.
"Aku tidak mau tahu matikan benda itu sekarang juga ini sudah larut malam ini."Ucap tetangga tersebut sambil pergi meninggalkan mereka.
"Aneh dah ini sudah jam 03:30 pagi dikira larut malam."Gumam Theo.
"Tadi itu siapa Theo?"tanya Merlin.
"Enggak siapa-siapa."Jawab Theo.
Theo masuk ke dalam rumah tersebut di ikuti teman-temannya.
"Semuanya sudah pada tidur."Ucap Morgan.
"Kalau mau tidur silahkan aku akan menelitu berkas- berkas ini yang aku dapatkan di Bekasi."Ucap Theo.

Jam 4:30 Lebak Bulus,Jakarta Selatan.

Theo masih mempelajari berkas-berkas tersebut dan datanglah Bayu.
"Kau belum tidur Theo?"tanya Theo.
"Belum."Jawab Theo.
"Apa kau anak SMP?"tanya Theo.
"Ya aku kelas 2 SMP."Jawab Bayu.
"Okelah aku akan persiapan untuk berangkat"
"Persiapan kok jam segini."Heran Theo.
"Aku belum mengerjakan tugas sekolah."Ucap Bayu.
Bayu pergi meninggalkan Theo pada saat bersamaan datanglah Z.
"Ketahuilah aku kenal semua orang-orang ini."Ucap Z.
"Orang-orang ini sudah dibunuh oleh RMA dan RAF."
"Darimana kau tahu kalau orang-orang ini dibunuh oleh RMA dan RAF?"tanya Theo.
"Aku tahu semuanya karena aku dulunya servant di RAF dengan kelas Saber."Ucap Z.
"Aku punya kenalan yang bisa membantumu Theo ini kartu namanya."Tambah Z sembari menyodorkan kartu namanya.
Theo melihat nama dari kartu nama tersebut.
"Nathaniel James Mcclane."Ucap Theo.
"Tapi Z ini masterku."
Tiba-tiba Z menghilang begitu saja.Theo langsung ke dapur untuk membuat sarapan.
"Theo apakah kau membuat sarapan ini?"Tanya Erika.
"Ya,aku membuatnya."Jawab Theo.
"Tolong dong saya ijinkan kayaknya tubuhku tidak enak"
"Baiklah."Jawab Erika.

Jam 7:30 Universitas Pattimura.

Erika sedang memikirkan sesuatu dan tiba-tiba datanglah Andy.
"Erika kenapa kau diam mulu apa kau memikirkan sesuatu?"tanya Andy.
"Tidak,Andy."Jawab Erika.
"Aku tahu kau memikirkan Theo."Ucap Andy.
"Enggaklah."Ucap Erika.
"Pak dosen datang."Ucap salah seorang mahasiswa.
Dosen membuka pintu dan menanyai"Apakah hari ini ada yang absen?"tanya dosen.
"Theo pak."Jawab Erika.
Dosen tersebut menulis namanya di buku absen.
"Tidak ada yang absen lagi?"Tanya dosen tersebut.
"Tidak."Jawab mahasiswa dan mahasiswi secara serempak.
"Ok semuanya kita buka halaman 57."Ucap dosen.
Duaar! Suara itu mengkagetkan dosen tersebut dan mahasiswa-mahasiswi.
"Apa itu tadi."Panik dosen.
"Semuanya tiarap ke belakang semua!" Bentak prajurit tersebut.

Jam 9:30 kediaman Erika.

"Theo kita mendapatkan kabar buruk Universitas Pattimura ada pemberontak dari Black Government."Ucap Nitocris.
"Sial teroris tidak ada kapoknya panggil Si guru dan murid saatnya kita keluarkan helikopter RAF."Perintah Theo.
"Baiklah."Jawab Nitocris.
"Sementara itu aku siapkan senjataku."Ucap Theo.

Jam 8:00 sementara itu di dalam helikopter.

"ETA 7 menit Merlin Theo siapkan senjatanya."Perintah Nitocris.
"Roger that."Ucap Theo dan Merlin dengan bersamaan.
"Ok Theo kau bisa turun sekarang juga."Perintah Morgan.
Theo langsung turun dari helikopter lewat tangga.Theo langsung menyiapkan M4A1custom Suspressor.
"Ok aku mulai."Ucap Theo.
"Baiklah kau tahu kelasnya Erika?"Tanya Morgan.
"Sudah pasti aku tahu lah."Jawab Theo.
"Ok merlin saatnya kau ambil Intervention Suspressor."Perintah Morgan.
"Baiklah."Ucap Merlin sembari mengeluarkan senjata tersebut.
Theo langsung mencari keberadaan Erika dan menyelinap.
TikTikTikTik! Suara tembakan tersebut mengenai prajurit dan dia mengeluarkan pedang setelah itu Theo memenggal prajurit yang menghalangi begitu pula Merlin yang menembaki prajurit tersebut dari helikopter.
Tik! Got one."Ucap Merlin.
"Ada yang bawa RPG di arah barat."Ucap Morgan.
Tik! "Jangan harap kau akan menembakkan RPG ke helikopter RAF."Ucap Merlin.
Theo sudah sampai di depan kelasnya Erika dan langsung menyiapkan senjata M4A1 setelah itu ia menempelkan bom untuk meledekkan pintu tersebut.BOOOOMMM! Suara ledakan tersebut mengkagetkan para sandera dan prajurit tersebut.Theo langsung mengucapkan mantra"Slow time."Semua gerakan terasa lambat dan kesempatan Theo untuk menembaki para prajurit tersebut.
Tik!Tik!Tik!Tik! Arrrgggghhh! Semua prajurit tumbang dan menyisakan para sandera.
"Apa kalian baik-baik saja."Tanya Theo.
"Kita semua baik-baik saja."Jawab salah satu mahasiswa.
"Theo apakah itu kau?"Tanya Dosen hingga terbata-bata.
"Ya ini aku."Jawab Theo.
"Erika kenapa ada sabotase di sini?"Tanya Theo.
"Ini ulahnya Black Government Theo."Jawab Erika
Pada saat perbincangan berlangsung salah satu prajurit ada yang sadar dan menahan sakit,Theo langsung menghampiri prajurit dan memukuli orang tersebut dan menanyainya.
Brugghh!"Siapa dibalik semua ini?"tanya Theo.
"Danial Setiawan."Jawab prajurit tersebut.
"Aku tahu orang ini."Ucap Erika.
"Kalau tidak salah dia masuk jurusan arsitektur."
"Apa kau yakin dia yang melakukannya?"tanya dosen tersebut.
"Aku yakin dia."Jawab Erika.
"Theo ada prajurit yang mengarah ke arahmu."Ucap Nitocris.
"Baiklah."Jawab Theo sembari mengeluarkan arsip yang tak lain Arsip Archimedes.
"Apa yang keluarkan?"tanya Erika.
Theo hanya diam dan mengucapkan mantra"from the cursed soul I call to feed the relievers of hunger."Keluarlah anjing yang besar,sontak para mahasiswa dan mahasiswi begitu pula pengajarnya ketakutan dan badan mereka gemetar.
"Lindungi saya dan bunuhlah orang yang menghalangi jalanku!"Perintah Theo.
"Itu apa?"Tanya Erika.
"Hellhound atau biasa disebut anjing neraka."Jawab Theo.
Anjing tersebut berjalan menuju menuju koridor sambil mengendus.
"Kalau ada polisi jangan di bunuh tapi bantulah untuk membunuh prajurit yang berpakaian ini!"Perintah Theo sambil melemparkan seragam yang dipakai oleh prajurit Black Government.
Anjing tersebut mengendus pakaian tersebut dan melanjutkan perjalanan menyusuri koridor begitu pula diikuti oleh mahasiswa,mahasiswi dan dosen.
"Apa kau yakin anjing ini mengerti bahasamu?"Tanya dosen tersebut.
"Dia mengerti bahasaku dan aku sudah rawat dia semenjak aku masih kecil dan aku namai Ray."Jawab Theo.
"Apa kau tidak takut diserang?"Tanya dosen tersebut.
"Tidaklah."Jawab Theo dengan santai.
"Hei kenapa kau kawan ada masalah?"Tanya Theo.
"Guk guk guk."Jawab anjing tersebut.
Theo melihat satu orang polisi yang terluka dan membantu polisi tersebut.
"Kau tidak apa-apa kawan?"Tanya Theo.
"Ya,aku tidak apa-apa."
DOR! Tiba-tiba ada suara tembakan tersebut mengenai polisi malang tersebut pas dibagian kepala.
"Sial,Ray habisi bajingan itu kalau perlu makan dia."Perintah Theo.
Anjing tersebut langsung berlari menghampiri orang tersebut dan mencabik-cabik dan memakan orang tersebut.
"Tembak anjing sialan tersebut."Perintah salah satu prajurit tersebut.
Prajurit tersebut menenbaki anjing tersebut dan anjing itu semakin ganas.
AAARRRRRGGGGHHHH! suara teriakan tersebut bergema di seluruh koridor kampus sampai sandera dan prajurit yang ada di dalam ruangan bisa mendengar teriakan prajurit yang malang.
"Apa itu tadi?"Tanya prajurit tersebut.
"Cepat cek."
Prajurit tersebut keluar dar ruangan dan menengok bagian koridor.
"Tidak ada yang terjadi di sini mungkin perasaanku."Ucap Prajurit.
Tiba-tiba Theo menyerang dari belakang dan memenggal kepala pemuda tersebut.Lantai yang semula berwarna putih berubah warna menjadi merah darah yang mewarnai lantai tersebut.
"Ayo kita pergi dari sini."Ajak Theo.
"Baiklah Ray kau kembali ke duniamu lagi"
Theo mengucapkan mantra dan anjing tersebut menghilang.Theo berjalan menuju jalur keluar dari kampus tersebut,setelah sampai di luar kampus Theo bertemu dengan KOPASSUS dan polisi yang bersenjatakan lengkap.
"Pak lihat ada sandera yang keluar dari kampus tersebut."Ucap tentara tersebut.
"Cepat hampiri sandera tersebut."Perintah komandan.
"Apa kau baik-baik saja mas?"Tanya tentara tersebut.
"ya,mas."Jawab Theo lemas.
Tiba-tiba Theo jatuh pingsan dengan segera para tentara mengangkat Theo menuju ke posko kesehatan.

Jam 16:00 Rumah Sakit Pahlawan,Jakarta Barat.

"Aku ada dimana?"Tanya Theo.
"Kau ada di rumah sakit."Jawab Nitocris.
"Nanti kau bisa dari keluar dari rumah sakit dan membayar administrasinya dan aku tunggu di dalam mobil BMW M6 Coupe."
Theo hanya memandang jendela dan memikirkan nasib para sandera tersebut.

Bersambung.


Comments