S2:Chapter 9:Escape From Drone

          Theo menengok ke belakang dan ia melihat sebuah drone terbang dan mengeluarkan senjatanya."Sialan,itu drone FXA 578."Gumam dia.Tak lama kemudian drone mendahului mobilnya dan menjauh.
"Lihatlah kak drone itu sangat bodoh sekali masa kita ditembaki dari belakang."Ucap Vlad.
"Merunduk vlad!"Seru Theo.
 
        TIINNNNN!BBBBBRRRRTTTTT! 
        
        Drone mulai menembaki mobil secara membabi buta.
"Dasar brengsek,mereka beraninya menggunakan peluru anti baja."Kesal Vlad.
"Kau tetap menyetir,dik!"Perintah Theo.
"Aku akan memabajak dronenya."Tambah Theo.

         Theo mengambil laptop yang ada di bawah kursi penumpang dengan segera ia membuka CMD Prompt dan mulai codding."Dasar bajingan,mereka menggunakan keamanan yang tidak bisa dijebol,baiklah tidak ada cara lain selain melakukan cara kekerasan."Ucap dia.Tiba-tiba mobil yang dikendarai mereka mengeluarkan api dari mesin."Sial,keluar dari mobil sekarang juga !"Perintah dia.Mereka keluar mobil dan lari menuju ke utara pada saat bersamaan ia bertemu pasukan bayaran Mayweather"Aku menemukannya!"Teriak salah satu prajurit tersebut.Theo langsung menikam prajurit tersebut dan membungkam mulutnya pada saat menikam alhasil prajurit tersebut tersungkur ke tanah dan Theo mengambil senjatanya.
"Dasar sialan,kita diketahui."Ucap Vlad.
"Ya sudah kita pakai cara kekerasan!"Perintah Theo.
         Mereka menembaki prajurit tersebut dengan senjatanya seadanya.Sementara itu di rumah Vlad Nitocris,Morgiana dan Agung menyiapkan Dronenya dan siap untuk diterbangakan.
"Agung kau bagian persenjataan!"Perintah Morgiana.
"Siap."Ucap Agung.
"N terbangkan dronenya,aku sudah menemukan kedua orang tersebut.Mereka ada di ladang pertanian gandum sebelah barat daya Transylvania."Ucap Morgiana.

        Nitocris menerbangkan drone tersebut dan terbang menuju ke area perang,pada saat berasamaan Theo dan Vlad mengalami kendala yaitu kehabisan amunisi dan mereka terpojokkan layaknya kijang yang dikepung singa.
"Dasar bajingan,kita terkepung kak,bagaimana ini?"Tanya Vlad.
"Ikut aku!"Perintah Theo
"Kemana?"Tanya Vlad.
"Sudah,ikut saya!"Bentak Theo.

       Vlad mengikuti kakaknya yang berlari melewati ladang tersebut hingga pada akhirnya mereka terkepung dan tidak bisa apa-apa."Menyerahlah kalian terkepung!"Bentak pasukan itu.Theo hanya memandangi langit malam dan melihat dronenya terbang memutari mereka dan mengeluarkan senapan mesinnya.

         Drone pun langsung menembaki pasukan bayaran tersebut secara brutal.Theo dan Vlad menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri dari pasukan bayaran tersebut.
"Ambil senjatanya Vlad!"Perintah Theo.
        Vlad mengambil senjata tersebut dan berlari menuju ke arah selatan
"Hati-hati ada satu drone mengejar kita Nitocris."Ucap Morgiana.
"Dimengerti."Ujar Nitocris.
"Agung tembaki drone yang sedang menajatuhkan drone kita."Perintah Nitocris.
          Agung langsung mengincar drone tersebut dan menembakinya.
"Drone sudah kuhancurkan saatnya menembaki pasukan brengsek tersebut."Senang Agung.
"Kerja bagus."Ucap Nitocris.
"Theo aku sudah menghancurkan dronenya saatnya kau pergi ke selatan Transylvania disana ada orang RMA yang sudah menunggu paketnya."Ucap Nitocris.

        Vlad dan Theo berjalan menuju ke selatan dan akhirnya mereka menemukan orang-orang RMA.
"Apa kau bawa permatanya Theo?"Tanya pemuda tersebut.
"Ya,aku bawa."Jawab Theo sembari meronggoh saku dalam jaketnya.
"Baiklah,aku akan bawa ini."Ucap Pemuda itu sembari masuk ke dalam mobil.

          Orang-orang RMA itu pergi meninggalkan mereka sendirian.
"Jadi bagaimana kita pulang?"Tanya Vlad.
"Kita jalan kaki,hitung-hitung kita olahraga di malam hari."Jawab Theo.
           Mereka jalan kaki menuju ke rumah yang berjarak 20 KM.

Bersambung di Chapter 10:Fate Of Crystal









Comments