S2:Chapter 8:Amulet Uroborus
Jonathan dan Theo berdiskusi di luar istana sembari meminum bir.
"Jadi apa yang kau tahu tentang permata kerajaan Dullahan,kau kan orang asli sini kan?"Tanya Theo.
"Permata itu memiliki kekuatan sihir yang sangat besar,jika permata itu jatuh ke tangan yang salah otomatis orang tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar dan bisa menghancurkan alam semesta,sebaiknya kita harus mencegah sebelum ritualnya berlangsung."Ucap Jonathan.
"Ritualnya ada dimana?"Tanya Theo.
"Di kota tersebut ada gereja yang aliran sesat di situlah ritualnya berlangsung."Jawab Jonathan.
"Baiklah,aku bersama temanku menuju ke negara Eropa."Ucap Theo.
Theo meninggalkan Jonathan dan memberitahukan kepada teman-temannya.
"Jadi bagaimana Theo?"Tanya Nitocris.
"Kita akan terbang pada jam 9 pagi."Jawab Theo.
"Emangnya kita kemana mhanx?"Tanya Agung.
"Kita akan ke Rumania."Jawab Agung.
"Tapi bagaimana dengan orang-orang penting ini,siapa yang menjaganya?"Tanya Nitocris.
"Tenang saja,Jonathan akan menjaga orang kerajaan tersebut,sudahlah jangan dipikirkan kita harus persiapan pergi menuju ke Rumania."Jawab Theo.
"Jadi apa yang kau tahu tentang permata kerajaan Dullahan,kau kan orang asli sini kan?"Tanya Theo.
"Permata itu memiliki kekuatan sihir yang sangat besar,jika permata itu jatuh ke tangan yang salah otomatis orang tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar dan bisa menghancurkan alam semesta,sebaiknya kita harus mencegah sebelum ritualnya berlangsung."Ucap Jonathan.
"Ritualnya ada dimana?"Tanya Theo.
"Di kota tersebut ada gereja yang aliran sesat di situlah ritualnya berlangsung."Jawab Jonathan.
"Baiklah,aku bersama temanku menuju ke negara Eropa."Ucap Theo.
Theo meninggalkan Jonathan dan memberitahukan kepada teman-temannya.
"Jadi bagaimana Theo?"Tanya Nitocris.
"Kita akan terbang pada jam 9 pagi."Jawab Theo.
"Emangnya kita kemana mhanx?"Tanya Agung.
"Kita akan ke Rumania."Jawab Agung.
"Tapi bagaimana dengan orang-orang penting ini,siapa yang menjaganya?"Tanya Nitocris.
"Tenang saja,Jonathan akan menjaga orang kerajaan tersebut,sudahlah jangan dipikirkan kita harus persiapan pergi menuju ke Rumania."Jawab Theo.
Mereka langsung persiapan dan masuk ke dalam pesawat.
Dini hari,Gereja St.Petrus,Transylvania dua orang berbaju hitam masuk dan menyerahkan sebuah kotak kepada pastur."Apa itu sudah cukup untuk ritualnya?"Tanya orang tersebut.Pastur tersebut tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari melihat permatanya setelah itu mereka pergi meninggalkan gereja tersebut.
"Jadi ini ya,permata yang dibicarakan banyak orang."Ucap pastur sembari memandangi permata tersebut.
"Jadi ini ya,permata yang dibicarakan banyak orang."Ucap pastur sembari memandangi permata tersebut.
19:00,pesawat memasuki negara Rumania dan Theo nembangunkan teman-temannya yang sedang tertidur."Hei bangun semuanya kita sudah mau sampai di bandara Henry Coanda."Kata dia.Mereka langsung bangun dari tidurnya dan menyiapkan barang bawaan,setelah pesawat mendarat mereka menaiki mobil yang di dalam kargo pesawat jet pribadi tersebut.
"Kita akan kemana?"Tanya Agung.
"Kita akan menuju ke kastilnya saudaraku yang bernama Vladimir Theofreze."Jawab Theo.
Agung hanya terdiam dan memikirkan bagaimana rupa kastil tersebut dan ia membayangkan seperti yang ada di anime lain.Mereka sampai di kastil tersebut.
"Buset dah,kastilnya gede amat kayak istana bogor aja."Ucap Agung.
"Kita akan kemana?"Tanya Agung.
"Kita akan menuju ke kastilnya saudaraku yang bernama Vladimir Theofreze."Jawab Theo.
Agung hanya terdiam dan memikirkan bagaimana rupa kastil tersebut dan ia membayangkan seperti yang ada di anime lain.Mereka sampai di kastil tersebut.
"Buset dah,kastilnya gede amat kayak istana bogor aja."Ucap Agung.
Mereka disambut oleh tuan rumah.
"Lama tak berjumpa bagaimana pekerjaanmu Kak Theo?"Tanya Vlad.
"Cukup baik."Ucap Theo sembari memeluk Vlad.
"Eh,itu siapa kak?"Tanya Vlad.
"Baru saja saya rekurut namanya Agung Kurniawan,dia dari Indonesia."Jawab Theo.
"Baiklah,ayo kita masuk pelayanku sudah membuat masakan tradisional."Ucap Vlad.Mereka berjalan menuju ke ruang makan.Mereka makan malam dan bersenda gurau,setelah makan malam mereka menuju ke kamar kecuali Theo dan Vlad.
"Aku mendapatkan kabar baik dan buruk,mana dulu yang ingin kusampaikan?"Tanya Vlad.
"Berita buruk."Jawab Theo.
"Temanmu dari Kerajaan Dullahan tewas yang tak lain namanya Jonathan Clinton."Ucap Vlad.
"Apa kau serius,Dik?"Tanya Theo.
"Ya aku serius,dan kabar baiknya aku mendapatkan sebuah informasi yaitu si Morris akan memulai ritualnya pada tengah malam ini,sebaiknya kita persiapan dan terpenting kita tidak mengajak teman-temanmu itu kak."Ucap Vlad.
"Kenapa?"Tanya Theo.
"Karena disana ada penyihirnya sangatlah kuat belum lagi pasturnya pasti kuat lagi."Jawab Vlad
"Sudahlah aku akan menyiapkan kendaraannya dan kau persiapan juga kak."Ucap Vlad sembari meninggalkan Theo.
"Lama tak berjumpa bagaimana pekerjaanmu Kak Theo?"Tanya Vlad.
"Cukup baik."Ucap Theo sembari memeluk Vlad.
"Eh,itu siapa kak?"Tanya Vlad.
"Baru saja saya rekurut namanya Agung Kurniawan,dia dari Indonesia."Jawab Theo.
"Baiklah,ayo kita masuk pelayanku sudah membuat masakan tradisional."Ucap Vlad.Mereka berjalan menuju ke ruang makan.Mereka makan malam dan bersenda gurau,setelah makan malam mereka menuju ke kamar kecuali Theo dan Vlad.
"Aku mendapatkan kabar baik dan buruk,mana dulu yang ingin kusampaikan?"Tanya Vlad.
"Berita buruk."Jawab Theo.
"Temanmu dari Kerajaan Dullahan tewas yang tak lain namanya Jonathan Clinton."Ucap Vlad.
"Apa kau serius,Dik?"Tanya Theo.
"Ya aku serius,dan kabar baiknya aku mendapatkan sebuah informasi yaitu si Morris akan memulai ritualnya pada tengah malam ini,sebaiknya kita persiapan dan terpenting kita tidak mengajak teman-temanmu itu kak."Ucap Vlad.
"Kenapa?"Tanya Theo.
"Karena disana ada penyihirnya sangatlah kuat belum lagi pasturnya pasti kuat lagi."Jawab Vlad
"Sudahlah aku akan menyiapkan kendaraannya dan kau persiapan juga kak."Ucap Vlad sembari meninggalkan Theo.
Tengah malam,Theo dan Vlad sampai di gereja tersebut secara diam-diam.
"Holyfuck,disini banyak sekali penjaganya."Gumam Theo.
"Bukan itu saja ini adalah pasukan bayarannya John Mayweather,pasukan bayaran yang sangat pintar dan setara dengan prajurit Denjaka Indonesia."Ucap Vlad.
"Bagaimana kita masuk dik?"Tanya Theo.
"Kita bisa lewat pepohonan layaknya seorang assasin dan membunuhnya secara diam-diam."Jawab Vlad.
"Itu yang ada kita ditembaki terlebih dahulu,karena mereka memakai kacamata Thermal."Ucap Theo.
"Aku punya ide kak."Ucap Vlad.
"Benarkah,apa itu?"Tanya Theo.
"Holyfuck,disini banyak sekali penjaganya."Gumam Theo.
"Bukan itu saja ini adalah pasukan bayarannya John Mayweather,pasukan bayaran yang sangat pintar dan setara dengan prajurit Denjaka Indonesia."Ucap Vlad.
"Bagaimana kita masuk dik?"Tanya Theo.
"Kita bisa lewat pepohonan layaknya seorang assasin dan membunuhnya secara diam-diam."Jawab Vlad.
"Itu yang ada kita ditembaki terlebih dahulu,karena mereka memakai kacamata Thermal."Ucap Theo.
"Aku punya ide kak."Ucap Vlad.
"Benarkah,apa itu?"Tanya Theo.
Beberapa menit kemudian,sebuah mobil berhenti di depan gerbang gereja.
"Kurir deepweb."Ucap Vlad yang menyamara sebagai kurir.
"Kau tidak terlihat seperti kurir malah orang biasa."Ucap pasukan tersebut.
"Oh sial,penyemaranku terbongkar."ucap Vlad dalam hatinya.
"Aku akan mengecek barang bawaanmu."Ucap pasukan tersebut.
Pasukan tersebut memeriksa barang bawaan Vlad begitu pula isi mobilnya.
"Apa kau penyihir?"Tanya pasukan.
"Yeah."Jawab Vlad.
"Apa ini paketmu pak?"Tanya pasukan sembari menunjuk koper yang ada di bagasi.
"Ah,itu isinya narkoba dan marijuana."Jawab Vlad.
"Kalau isinya narkoba kenapa kacamataku menangkap tubuh manusia disini?"Tanya Penjaga.
"Sang pastur menginginkan tubuh manusia."Jawab Vlad.
"Hmm,begitu rupanya baiklah kau boleh masuk."Ucap Penjaga sembari mempersilahkan Vlad untuk masuk ke daerah gereja tersebut.
Vlad langsung menaikkan kopernya ke mobil dan berjalan ke parkiran.Vlad membawa koper tersebut ke dalam gereja.
"Hei,apa kau tahu ruang pastur?"Tanya Vlad.
"Ikuti saja karpet ini temukan tangga,naiklah belok kekanan,disitulah ruangan pastur."Jawab biarawan itu.
"Terima kasih."Ucap Vlad.
"Sama-sama."Ucap biarawan.
Vlad sampai di ruangan pastur dan membuka koper tersebut keluarlah Theo.
"Kurir deepweb."Ucap Vlad yang menyamara sebagai kurir.
"Kau tidak terlihat seperti kurir malah orang biasa."Ucap pasukan tersebut.
"Oh sial,penyemaranku terbongkar."ucap Vlad dalam hatinya.
"Aku akan mengecek barang bawaanmu."Ucap pasukan tersebut.
Pasukan tersebut memeriksa barang bawaan Vlad begitu pula isi mobilnya.
"Apa kau penyihir?"Tanya pasukan.
"Yeah."Jawab Vlad.
"Apa ini paketmu pak?"Tanya pasukan sembari menunjuk koper yang ada di bagasi.
"Ah,itu isinya narkoba dan marijuana."Jawab Vlad.
"Kalau isinya narkoba kenapa kacamataku menangkap tubuh manusia disini?"Tanya Penjaga.
"Sang pastur menginginkan tubuh manusia."Jawab Vlad.
"Hmm,begitu rupanya baiklah kau boleh masuk."Ucap Penjaga sembari mempersilahkan Vlad untuk masuk ke daerah gereja tersebut.
Vlad langsung menaikkan kopernya ke mobil dan berjalan ke parkiran.Vlad membawa koper tersebut ke dalam gereja.
"Hei,apa kau tahu ruang pastur?"Tanya Vlad.
"Ikuti saja karpet ini temukan tangga,naiklah belok kekanan,disitulah ruangan pastur."Jawab biarawan itu.
"Terima kasih."Ucap Vlad.
"Sama-sama."Ucap biarawan.
Vlad sampai di ruangan pastur dan membuka koper tersebut keluarlah Theo.
"Sialan kau,aku hampir tidak bisa bernafas dik."Gumam Theo.
"Sudahlah,mari kita cari permata teresebut!"Perintah Vlad.
Mereka mencari permata tersebut di semua tempat dari laci hingga rak buku hingga pada akhirnya mereka menemukan tertuju di lukisan besar.
"Hoi,kayaknya ada sesuatu dibalik."Ucap ia seraya menujuk lukisan besar tersebut.Mereka langsung mengangkat lukisan tersebut dan meletakkannya di bawah.
"Sebuah brankas."Ucap dia.
Theo menempelkan sebuah alat dan alat itu bekerja mencari kata kunci yang pas dan alat itu menemukan kunci yang benar dan terbukalah pintu brankas yang berisikan permata.Pada saat mengambil permata tersebut,mereka ketahuan oele penjaga gereja."Apa yang kaulakukan!"Bentak penjaga tersebut.Seketika Theo melemparkan flashbang dan mereka mengambil ancang-ancang langkah seribu untuk keluar dari gereja.
"Dasar bodoh,kenapa kau melemparkan flashbang?"Kesal Vlad.
"Sudah keadaan terdesak,bung."Jawab Theo.
"Sudah habis kesabaraan ini,saatnya untuk menembakki bajingan ini."Teriak Vlad.
Vlad mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah penjaga yang menghalanginya."Minggir bangsat!"Teriak dia.Para penghuni gereja ketakutan dan lari tunggang langgang.
"Sial pasukan bayaran."Ucap Theo.
"Cepat menuju ke dalam mobil,kak."Perintah Vlad.
Mereka masuk ke dalam mobil dan melarikan diri dengan diikuti pasukan bayaran Mayweather.
"Sial,kita dikejar."Gumam Theo.
"Kau tahu apa yang kau lakukan pada saat ini?"Tanya Vlad.
Theo langsung mengucapkan mantra sihirnya"shockwave"Seketika mobil yang di belakangnya meledak begitu seterusnya.
"Dari mana kau bisa mengendalikan mantra tersebut?"Tanya Vlad.
"Latihan teruslah."Jawab Theo.
"Eh,elu denger suara pesawat mendekat?"Tanya Vlad.
Theo langsung menengok ke belakang dan ia terkejut karena yang dikejar adalah drone.
Bersambung di Chapter 9:Escape From Drone
"Sebuah brankas."Ucap dia.
Theo menempelkan sebuah alat dan alat itu bekerja mencari kata kunci yang pas dan alat itu menemukan kunci yang benar dan terbukalah pintu brankas yang berisikan permata.Pada saat mengambil permata tersebut,mereka ketahuan oele penjaga gereja."Apa yang kaulakukan!"Bentak penjaga tersebut.Seketika Theo melemparkan flashbang dan mereka mengambil ancang-ancang langkah seribu untuk keluar dari gereja.
"Dasar bodoh,kenapa kau melemparkan flashbang?"Kesal Vlad.
"Sudah keadaan terdesak,bung."Jawab Theo.
"Sudah habis kesabaraan ini,saatnya untuk menembakki bajingan ini."Teriak Vlad.
Vlad mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah penjaga yang menghalanginya."Minggir bangsat!"Teriak dia.Para penghuni gereja ketakutan dan lari tunggang langgang.
"Sial pasukan bayaran."Ucap Theo.
"Cepat menuju ke dalam mobil,kak."Perintah Vlad.
Mereka masuk ke dalam mobil dan melarikan diri dengan diikuti pasukan bayaran Mayweather.
"Sial,kita dikejar."Gumam Theo.
"Kau tahu apa yang kau lakukan pada saat ini?"Tanya Vlad.
Theo langsung mengucapkan mantra sihirnya"shockwave"Seketika mobil yang di belakangnya meledak begitu seterusnya.
"Dari mana kau bisa mengendalikan mantra tersebut?"Tanya Vlad.
"Latihan teruslah."Jawab Theo.
"Eh,elu denger suara pesawat mendekat?"Tanya Vlad.
Theo langsung menengok ke belakang dan ia terkejut karena yang dikejar adalah drone.
Bersambung di Chapter 9:Escape From Drone
Comments
Post a Comment