First Mission:The Manifest



Setelah baku tembak yang dilakukan di Kebon Jeruk,Jakarta selatan teamnya Theo langsung digiring ke kantor polisi akibat perbuatan.Mereka menjelaskan tentang baku tembak tersebut dan polisi tersebut tidak percaya dengan penjelasan tersebut dan mereka mengira itu hanya Mafia Jakarta yang berulah lagi alhasil Theo dan kawan-kawannya di denda sebesar Rp 10.000.00,00 dan senjata mereka disita.

20:00,Perumahan Mutiara Indah.

Sebuah mobil Mercedes Benz CLK 500 keluar perumahan tersebut yang tak lain adalah Steve temannya Erika.Steve mengambil Telpon genggamnya dan menelpon seseorang”Ini saatnya.”Kata dia.”Baiklah,temui aku di Tower Epicentrum mengerti Steve.”Kata orang yang ditelpon.”Baiklah.”Jawab dia.

21:30,Tower Epicentrum,Jakarta Barat.

Steve keluar dar mobilnya dan menghampiri perempuan yang sedang meminum kopinya.
“Hai,selamat malam,Apa kau suruhan dari RMA?”Sapa Steve sekaligus bertanya.
“Ya.”Jawab dengan singkat si perempuan tersebut.
“Oh iya kita belum berkenalan,namakku Ilsiah Steve panggil saja Steve dan kau?”memperkenalkan sekaligus bertanya.
“Angelica Deborah panggil saja Deborah.”Jawab Deborah.
“Ini manifesto dari RMA tapi kau yakinkan kau kenal dengan Takeshi Tojo,Steve?”Tanya Deborah semabari memberikan manifestonya.
“Ketahuilah dia yang menghancurkan bisnis papahku,dia harus mempertanggung jawabkannya.”Ucap Steve.
“Bisnis apa?”Tanya Deborah.
“Ini adalah urusan keluargaku kau tidak boleh mengetahuinya,Deborah.”Jawab Steve.
“Baiklah,Aku sudah mengerti tapi bagaimana dengan teamnya Theo apakah dia ditangkap oleh pihak berwenang?”Tanya Deborah.
“Kata orang-orang mereka ditahan di Polres Kebon Jeruk,Jakarta Selatan.”Jawab Steve.
“Baiklah Steve aku akan membebaskan teamnya Theo.”Ucap Deborah.
Steve mendapatkan manifesto dari RMA dan setelah itu pergi meninggalkan tempat tersebut dan bergagas pulang kerumahnya.

22:30,Polres Kebon Jeruk,Jakarta Selatan.

Theo dan kawan-kawannya keluar dari polres dan bertemu Perempuan dari RMA yang tak lain adalah Angelica Deborah.”Ayo masuk ke dalam mobil.”kata perempuan tersebut.Mereka di dalam perjalanan tidak berbicara satu sama lain sampai di tempat Kediamannya Deborah hingga Deborah merasa aneh dengan tingkah laku teman-temanya.Theo dan kawan-kawannya bergegas menuju kamar yang disiapkan oleh Deborah dan tidur.

O6:30,Pagi hari.

Seperi biasa Deborah menyiapkan sarapan untuk Nitocris dan Morgan dan menyuruh Nitocris untuk membagunkan Si Theo dan Merlin akan tetapi Theo dan Merlin tidak ada di kamar.Nitocris menanyai tentang perginya Theo dan Merlin akan tetapi mereka tidak tahu arah perginya”Kemana mereka pergi ya?”Kata dia.

9:00 Mangga Dua,Jakarta Timur.

“Ngapain kita disini?”Tanya Merlin.
“Kita disini untuk membeli laptop.”Ucap Theo.
“Untuk apa Theo?”Tanya Merlin.
“Kita akan mengambil data Black Goverment.”Jawab Theo.
Akhirnya Theo dan Merlin sampai di toko komputer.
“Mbak ada laptop Asus ROG GLX 750?”Tanya Merlin.
“Ada sebentar saya ambilkan.”Ucap penjaga Toko.
“Theo apa tidak kemahalan,Aku dengar itu laptop gaming yang harganya ratusan juta.”Tanya Merlin.
“Tidaklah.”Jawab Theo.
“Ini pak laptopnya.”Ucap penjaga toko sembari menyodorkan laptopnya.
“Ini sudah pakai Intel Core I10?”Tanya Theo.
“Sudah pak.”Jawab Penjaga Toko.
“Baiklah saya beli 2 Asus Rog GLX 750 dan Macbook Pro Retina.”Ucap Theo.
“Kau serius untuk  membeli laptop mahal ini?”Tanya Merlin.
“Aku serius.”Jawab Theo.
“Ini pak tagihannya totalnya 280 juta.”Ucap penjaga toko sambil menyodorkan  tagihannya.
“Menerima kartu debit?”Tanya Theo.
“Iya pak.”Jawab penjaga toko.
Theo membayar perangkat lunak tersebut dan bergegas kembali ke rumahnya.

Jam 15:00 Kebon Jeruk,Jakarta Selatan.

“Aku kembali.”Ucap Merlin.
“Habis kemana aja!?”Bentak Nitocris.
“Theo bagiamana ini?”Ucap Merlin.
“Habis beli laptop kesukaanmu.”Ucap Theo.
“Laptop Macbook Pro Retina.”Tambah Merlin.
“Benarkah?”Tanya Nitocris.
“Iya aku belikan 3 sekaligus kok.”Ucap Theo.
Theo memberikan ketiga laptop tersebut ke Deborah,Nitocris,dan Morgan,mereka pun tampak senang sekali”Terima kasih Theo.”kata dia.Theo berkata”Sama-sama.”
“Nanti kita akan meeting di Cafe Keraton.”Ucap Theo.
“Sama siapa?”Tanya Deborah.
“Nanti kau tahu sendiri.”Jawab Theo.
Deborah pun terdiam sejenak.
“Dan satu hal lagi kita akan pakaian berjas.”Tambah Theo.
“Merlin mari kita install aplikasi RAF Controller Unit”,Ajak Theo.
“Baiklah.”Jawab Merlin.

19:00,Café Keraton,Jakarta Pusat.

Para Servant pun sampai di Café tersebut dan mendapatai Steve,Erika dan Andi sedang menikmati kopi panasnya.
“Jadi kenapa  mengundang kami?”Tanya Theo.
Steve memberikan Manifesto ke Theo untuk dibacanya.
“Kau bercanda aku harus meretas Satelit Palapa “.Ucap Theo.
“Iya,memangnya kenapa ?”Ucap Erika.
“Kau yakin kita akan meretas satelit Palapa Rika?”Tanya serius Andi.
“Aku serius lagipula mereka memiliki alat yang canggih.”Jawab Erika.
“Cih mentang-mentang kita ini kayak seperti film mata-mata yang terkenal itu.”Batin Nitocris
“Tapi aku perlu temanku dari Fejite yaitu Marcus Rafael dia seorang hacker terkenal di RAF maupun RMA.”Ucap Theo.
“Baiklah berapa lama kau meretas satelit tersebut?”Tanya Steve.
“Mungkin seminggu atau dua minggu Steve.”Jawab Nitocris.
“Apa kau bisa percepat Nitocris?”Tanya Andi.
“Tidak bisa.”Jawab Nitocris.
“Baiklah itu saja Nitocris,Morgan kau pergi ke Tower Epicentrum disana terdapat jaringan yang cukup kencang.”Perintah Theo.
Theo melempar kunci mobil yang tak lain adalah mobil Mercedes Benz S500 dan mereka pun pergi,Theo menyuruh Merlin untuk mengantarkan pulang  Steve,Erika dan Andi ke rumahnya masing-masing sementera itu Theo menelpon Rafael.
“Rafael ,aku perlu kau sekarang juga.”Perintah Theo.
“Baiklah,kau ada dimana?”Tanya Rafael.
“Aku ada di Indonesia tepatnya di Jakarta Pusat depan Café Keraton.”Jawab Rafael.
“Bingo aku melihatmu R masuk ke dalam mobilku.”Ucap Theo.

19:30,Sekitaran Kawasan Menteng.

Theo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
“Aku dengar rumahmu hancur gegara si pasukan sialan tersebut.”Ucap Rafael.
“Ya,”Jawab Theo.
“Sekarng kau tinggal dimana?”Tanya Rafel.
“Apartemen Permata Indah.”jawab Theo.
Pada saat Theo mengemudikan mobilnya mereka dikejutkan dengan tembakan beruntun dari belakang serta benturan yang cukup keras dari belakang.”Dasar bajingan tengik.”Umpat dia.Theo menyuruh untuk Rafael untuk menyerang mobil Rafel pun mengambil pistol di jasnya.
Dor!Dor!Dor!”Suara tembakan balasan dari Rafael mengenai pengemudi mobil yang menabraknya.
“Ini saatnya Theo,gantian aku yang mengemudi dan kau hidupkan RAF Controller Unit.”Perintah Rafael.
Theo mengangguk dan bertukar posisi seperti yang dikatan oleh Rafael,Theo menyalakan RAF Controller Unit.Theo langsung mengarahkan pointer ke bagian peretasan rambu lalu lintas.Theo langsung mengubah rambu lalu lintas awalnya merah menjadi hijau dan setelah melewati perempatan tersebut ia rambu lalu lintas awalnya hijau menjadi merah.
“Fiuuh hampir saja Rafael.”Ucap Theo.


23.00,Tower Epicentrum,Jakarta Jakarta Barat

Nitocris dan Morgan sedang memasang sebuah alat kecil diantara sela-sela menara jaringan,dengan teliti Nitocris memasang alat tersebut sementara.
"Nito kita harus cepat ini sudah larut malam."Ucap Morgan.
"Sedikit lagi."Ucap Nitocris.
"Ok,sudah."
"Baiklah kita pergi dari sini sebelum ada orang yang melihatnya."Perintah Morgan.
Nitocris pun mengangguk dan mengikuti Morgan.Pada saat menuruni tangga mereka bertemu dengan prajurit Black Government mereka pun mengeluarkan sepucuk pistol dan menambakkannya ke arah Morgan akan tetapi Nitocris mengucapkan mantra"Gib es auf."Seketika pistol yang dibawa prajurit tersebut berpindah tangan dan tak tinggal diam prajurit tersebut memakai tangan kosong dan adu pukul tak terelakan antara prajurit tersebut dan kedua perempuan tersebut.Pada akhirnya prajurit tersebut berhasil dilumpuhkan dengan tangan kosong.
"Merepotkan sekali nih para bajingan ini."Gumam Morgan.
"Sudahlah yang terpenting mereka sudah dilumpuhkan dan kita harus pergi dari sini sebelum ada melihatnya.".Ucap Nitocris.
Mereka pun pergi dari tempat itu.

Apartemen Muria,Jakarta Selatan.

"Ini apartemennya siapa Theo?"Tanya Rafael.
"Apartemennya Deborah."Jawab Theo.
"Baiklah."Ucap Rafael.
"Sebaiknya kau tidur karena besok adalah hari yang berat R."Perintah Theo.
Rafael bergegas menuju ke kamarnya sementara itu Theo menunggu teman-temannya yang tak kunjung datang.Theo mengambil laptonya dan menghidupkannya pada saat menghidupkan laptonya Theo mendapat pesan dari E-mailnya.Pada saat mau membuka E-mailnya tiba-tiba pintu apartemennya terbuka dan masuklah teman-temannya.
"Kenapa kalian lama sudah larut malam.?Tanya Theo.
"Ceritanya panjang."Jawab Merlin.
Theo hanya terdiam saja dan menuju ke laptopnya dan membuka E-mailnya.Pada saat membaca E-mailnya Theo terkejut ia beranjak ke tempat duduknya.
"Kenapa kau ini Theo.?Tanya Merlin.
"Tetap disini jangan kemana-mana."Perintah Theo.
Merlin dan kawan-kawannya hanya terdiam dan bertanya-tanya kepada Merlin.
Theo langsung  menuju ke parkiran dan masuk ke mobil dan pergi dari tempat itu.

Bersambung. 



















Comments